PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS ETNOSAINS PADA BATIK TULIS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK
Purwanti Widhy Hastuti, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk modul pembelajaran berbasis etnosains pada proses pembuatan batik tulis untuk meningkatkan literasi sains peserta didik sebagai bahan ajar yang layak menurut ahli; (2) mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran berbasis etnosains pada proses pembuatan batik tulis yang dikembangkan berdasarkan respon praktisi (guru); (3) menguji keterbacaan modul pembelajaran berbasis etnosains pada proses pembuatan batik tulis yang dikembangkan berdasarkan respon peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Baitul Quran Ponjong. Data penelitian diperoleh melalui penilaian keayakan produk oleh dosen ahli dan angket rempon praktisi (guru) serta angket uji keterbacaan peserta didik. Analisis kelayakan produk dan angket dilakukan dengan menggunakan skala likert empat tingkat yang dikonversi menjadi data kualitatif skala empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangakan termasuk dalam kategori sangat layak digunakan dan dinilai layak sebagai bahan ajar untuk meningkatkan literasi sains peserta didik. Dengan demikian modul pembelajaran berbasis etnosains pada proses pembuatan batik tulis layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran IPA di SMP khususnya pada kelas VII.
Keywords
References
Daryanto. (2013). Menyusun modul: Bahan ajar untuk persiapan guru dalam mengajar. Yogyakarta: Gava Media.
Efendi, N. (2013). Pengaruh Pembelajaran Reciprocal Teaching Dipadukan Think Pair Share terhadap Peningkatan Kemampuan Metakognitif Belajar Biologi Siswa SMA Berkemampuan Akademik Berbeda di 153
Fatikhah, I., & Izzati, N. (2015). Pengembangan modul pembelajaran matematika bermuatan emotion quotient pada pokok bahasan himpunan. EduMa: Mathematics Education Learning and Teaching, 4(2), 46–61.
Gondwe, M., & Longnecker, N. (2014). Scientific and Cultural Knowledge in Intercultural Science Education: Student Perceptions of Common Ground. Research in Science Education, Vol. 45, No. 1, hlm. 117-147.
Hudha, M. N., Fajriyah, M. I., Rosyidah, F. U. N., & Ayu, H. D. (2023). Project-based learning in improving scientific literacy: Systematic literature review. Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research, 5(2), 93–105. https://doi.org/10.33292/petier.v5i2.157
Kristyowati, R., & Agung, P. (2019). Pembelajaran Literasi Sains Melalui Pemanfaatan Lingkungan. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(2), 183–191. https://doi.org/10.24246/j.js.2019.v9.i2.p183-191
Magdalena, I., et al. (2024). Pengembangan bahan ajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Cendikia, 6(2), 123–130.
Rahayu, W. E., & Sudarmin. (2015). Pengembangan Modul IPA Terpadu Kehidupan untuk Menanamkan Jiwa Berbasis Etnosains Tema Energi 157 dalam Konservasi Siswa. Unnes Science Education Journal, Vol. 4, No. 2, hlm. 920-926.
Sudarmin. (2014). Pendidikan Karakter, Etnosains dan Kearifan Lokal. Semarang: CV. Swadaya Manunggal.
Sutrisna, N. (2021). Analisis kemampuan literasi sains peserta didik SMA di Kota Sungai Penuh. Jurnal Pendidikan MIPA, 1(1), 1–10.
Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Bloomington: Indiana University.
Tilaar, HAR. (2002). Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Toharudin, U., Hendrawati, S., & Rustaman, A. (2011). Membangun literasi sains peserta didik. Bandung: Humaniora.
OECD. (2019). PISA 2018 Assessment and Analytical Framework. Paris: OECD Publishing.
OECD. (2019, May 17). PISA 2018 Results: Combined Executive Summaries. Diambil kembali dari OECD: https://www.oecd.org/pisa/publications/pisa-2018-results.htm
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal TPACK IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



