FROM SILENCE TO STRENGTH: THE ROLE OF INTERPERSONAL COMMUNICATION IN BUILDING RESILIENCE AMONG SEXUAL VIOLENCE SURVIVORS
Prahastiwi Utari, Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Ignatius Agung Satyawan, Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Abstract
Abst rak
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran komunikasi interpersonal pendamping di Rumah Singgah St. Theresia Labuan Bajo dalam membangun resiliensi sebagai penyintas kekerasan seksual. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berlandaskan paradigma konstruktivisme, penelitian ini melibatkan dua pendamping dan dua penyalintas sebagai informan kunci yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi penyintas dari kondisi kebungkaman ( silent ) menuju kekuatan (strength ) dikonstruksi melalui manajemen komunikasi yang holistik. Temuan utama mengungkapkan bahwa pendamping menerapkan lima proses Communication Theory of Resilience (CTR), yaitu; Menciptakan kenormalan, memperkuat jangkar identitas, memanfaatkan dukungan jaringan, menerapkan aksi produktif melalui keterampilan pemberdayaan, serta membangun logika alternatif untuk melawan stigma. Keberhasilan proses ini didukung oleh upaya-upaya dalam keseharian pendamping yang memvalidasi perasaan penyalintas serta menyediakan ruang aman yang bebas dari intimidasi pelaku. Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi antarpribadi yang stabil dan suportif merupakan langkah-langkah yang krusial dalam memulihkan harga diri dan kemandirian penyintas kekerasan seksual.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Resiliensi, Penyintas Kekerasan Seksual, Rumah Singgah St. Theresia, Labuan Bajo.
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi interpersonal oleh pekerja pendukung di Penampungan St. Theresia di Labuan Bajo dalam membangun ketahanan di antara para penyintas kekerasan seksual. Menggunakan studi kasus kualitatif yang berlandaskan paradigma konstruktivis, studi ini melibatkan dua pekerja pendukung dan dua penyintas sebagai informan kunci, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi penyintas dari diam menjadi kuat dibangun melalui manajemen komunikasi holistik. Temuan utama mengungkapkan bahwa pekerja pendukung menerapkan lima proses Teori Komunikasi Ketahanan (CTR): menciptakan normalitas, memperkuat jangkar identitas, memanfaatkan jaringan dukungan, menerapkan tindakan produktif melalui pemberdayaan keterampilan, dan membangun logika alternatif untuk melawan stigma. Keberhasilan proses ini didukung oleh upaya harian para pendamping untuk memvalidasi perasaan penyintas dan menyediakan ruang aman yang bebas dari intimidasi oleh pelaku. Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi interpersonal yang stabil dan suportif merupakan langkah penting dalam memulihkan harga diri dan kemandirian para penyintas kekerasan seksual.
Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Ketahanan, Penyintas Kekerasan Seksual, Tempat Perlindungan St. Theresia, Labuan Bajo.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anisa, K. T., & Djuwita, A. (2021). Komunikasi interpersonal antara psikolog dengan korban kekerasan seksual (studi deskriptif kualitatif korban kekerasan seksual anak pada Yayasan Jari). JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek, 5(1), 13–24.
Buzzanell, P. M. (2010). Resilience: Talking, resisting, and imagining new normalcies into being. Journal of Communication, 60, 1–14. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2010.01469.x
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. In SAGE Publications (5th ed). SAGE Publications. https://doi.org/10.2307/j.ctt2204s7w.11
Hananah, N., Juwita, R., & Dwivayani, K. D. (2021). Proses komunikasi terapeutik pada pendampingan anak korban kekerasan seksual di UPTD PPA Kota Samarinda. EJournal Ilmu Komunikasi, 9(1), 1–12.
Imanniyati, I., & Suranto. (2022). Pola komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dalam pendampingan belajar dari rumah (BDR) di Plesan Tirtomulyo Kretek Bantul. Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 68–78. https://doi.org/10.21831/lektur.v5i1.19143
Kaisar, M., & Kurniawan, Y. (2022). Gambaran resiliensi perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (resilience of women survivors of domestic violence). PSIKODIMENSIA Kajian Ilmiah Psikologi, 21(2), 206–215. https://doi.org/10.24167/psidim.v21i2.4669
Komnas Perempuan. (2026). Siaran pers komnas perempuan peluncuran catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan 2025. Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-peluncuran-catatan-tahunan-kekerasan-terhadap-perempuan-2025
Middleton, A. V, Mcaninch, K. M., Pusateri, K. B., & Delaney, A. L. (2016). “You just gotta watch what you say in those situations”: A normative approach to confidant communication surrounding sexual assault disclosure. Communication Quarterly, 00(00), 1–19. https://doi.org/10.1080/01463373.2015.1103290
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Third ed). SAGE Publications.
Mufaridho, S., Harliantara, & Maella, N. F. S. (2025). Komunikasi terapeutik pendampingan penanganan kasus kekerasan seksual berbasis gender: Studi kasus Lembaga Women’s Crisis Center Jombang. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 7(9), 3863–3892. https://doi.org/10.47476/reslaj.v7i9.9189
Nurjannah, N., Faroh, N., Hidayat, F. N., & Afridah, M. (2024). STUDI RESILIENSI REMAJA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PESANTREN X: EFEKTIVITAS INTERVENSI COGNITIVE BEHAVIORAL (CB). Realita: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 2256. https://doi.org/10.33394/realita.v9i1.10379
M. Fahri Hamdika Putra, Wahyu Nanda Eka Saputra, & Mimit Pakasi. (2024). TINGKAT RESILIENSI ANAK PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL. JITU Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat, 14(1), 34–38. https://doi.org/10.36915/jitu.v14i1.291
Sherman, A. R. (2018). Communicating support: Applying communication theory to assess and improve disclosure encounters with sexual assault survivors. In Communication Studies Undergraduate Publications, Presentations and Projects. https://pilotscholars.up.edu/cst_studpubs/87
Vanisya, W., Roem, E. R., & Sarmiati, S. (2023). Komunikasi Interpersonal Pendamping di Nurani Perempuan Women’s Crisis Center dengan Korban Kekerasan Seksual di Sumatera Barat. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(2), 381–392. https://doi.org/10.30743/mkd.v7i2.7494
Wilson, S. R., Kuang, K., Hintz, E. A., & Buzzanell, P. M. (2021). Developing and validating the communication resilience processes scale. Journal of Communication, 71, 478–513. https://doi.org/10.1093/joc/jqab013
DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v9i2.28008
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Yosefina Safira Intan, Prahastiwi Utari, Ignatius Agung Satyawan

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.