ANALISIS SELF-DISCLOSURE DAN KECERDASAN EMOSIONAL DIGITAL PADA INFLUENCER MAHASISWA DI INSTAGRAM
Taufiqur Rahman, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
Elita Putri Pradipta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik self-disclosure influencer mahasiswa Yogyakarta di Instagram serta peran Digital Emotional Intelligence (DEI) dalam konstruksi identitas digital mereka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga influencer mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten digital (feeds, reels, story, highlights), serta dokumentasi interaksi audiens melalui komentar dan direct message. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure dilakukan secara selektif dan strategis, dengan dominasi konten bernilai positif yang mendukung citra diri dan relevansi dengan niche audiens. Interaksi audiens memperlihatkan pola relasi parasosial yang memengaruhi perluasan open self sekaligus menjaga hidden self melalui mekanisme boundary management. Analisis menggunakan kerangka Joseph DeVito menegaskan bahwa dimensi amount, valence, accuracy, intention, dan relevance saling berkontribusi dalam proses pengelolaan identitas digital. Integrasi DEI—meliputi self-awareness and management, relationship management, dan digital empathy—berperan penting dalam mengatur batasan privasi, menjaga kualitas hubungan dengan audiens, serta menumbuhkan kedekatan emosional yang stabil. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa self-disclosure influencer mahasiswa merupakan praktik komunikasi digital yang berlapis, melibatkan konstruksi identitas, performativitas, dan kecerdasan emosional dalam ekosistem media sosial yang kompetitif.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al Azis, M. R., & Irwansyah, I. (2021). Fenomena Self-Disclosure Dalam Penggunaan Platform Media Sosial. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3(1), 120–130. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.189
Annur, C. M. (2023). DI Yogyakarta Raih Indeks Literasi Digital Tertinggi Nasional pada 2022. Https://Databoks.Katadata.Co.Id/. https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/5a3963423228f2a/di-yogyakarta-raih-indeks-literasi-digital-tertinggi-nasional-pada-2022
Arif, M., & Syafrini, D. (2022). Motif Self Disclosure Mahasiswa Melalui Instagram Story (Studi: Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNP). Jurnal Perspektif, 5(3), 394–403. https://doi.org/10.24036/perspektif.v5i3.645
Aryo Putro, F. . et al. (2024). Pengungkapan diri dalam dunia maya dalam perspektif luft dan harry ingham ( studi kasus pada mahasiswa pengguna aplikasi tiktok di universitas boyolali ). Intelektiva, 6.
Athaya, F. H., & Irwansyah, I. (2021). Memahami Influencer Marketing: Kajian Literatur Dalam Variabel Penting Bagi Influencer. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3(2), 334–349. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i2.254
Budiani, A. N., Fauzi, F., Bantar, G. Y., & Vioga, M. (2023). Gambaran Self disclosure Pengguna Second account Instagram (Studi Fenomenologi Self disclosure Pengguna Second account Instagram Pada Dewasa Awal). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 17238–17243.
Cindy Mutia Annur. (2021). Ada 91 Juta Pengguna Instagram di Indonesia, Mayoritas Usia Berapa? Databoks. https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/43872fee17da7bd/ada-91-juta-pengguna-instagram-di-indonesia-mayoritas-usia-berapa
DeVito. (2011). Komunikasi Antarmanusia (Saputra Lyndon dkk (ed.); 5th ed.). Karisma Publishing Group.
Devito, J. (1997). Komunikasi Antarmanusia (5th ed.). Professional Book.
Erland Hamzah, R., & Eka Putri, C. (2020). Analisis Self-Disclosure Pada Fenomena Hyperhonest Di Media Sosial. Jurnal Pustaka Komunikasi, 3(2), 223–229. http://journal.moestopo.ac.id/index.php/pustakom
Hanun, A. N. (2013). Komunikasi Antarpribadi Tunagrahita. In Jurnal Penelitian Komunikasi (Vol. 16, Issue 2). https://doi.org/10.20422/jpk.v16i2.36
Hapsari, D. K., Manalu, S. R., & Rahmiaji, L. R. (2022). Memahami motivasi, bentuk interaksi, dan manfaat bagi follower dalam mengikuti micro-influencer di media sosial instagram. Interaksi Online, 11(1), 367–386.
Hardani, Helmina Andriani, Jumari Ustiawaty, Evi Fatmi Utami, Ria Rahmatul Istiqomah, Roushandy Asri Fardani, Dhika Juliana Sukmana, N. H. A. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Pustaka Ilmu.
Hine, C. (2012). Virtual Ethnography. Virtual Ethnography. https://doi.org/10.4135/9780857020277
Khatibah, K. (2011). Jurnal Perpustakaan dan Informasi. Iqra’, 2275(Penelitian Kepustakaan), 36–39.
Kurniawan, A. W., & Sukmawati, I. (2024). Instagram story sebagai media self disclosure. 10(1).
Latifa, R., . C., Subchi, I., Durachman, Y., & Maman, U. (2019). Self-Disclosure in Indonesian Social Media User: What Leads People to Self-Disclose in Social Media? In Journal of Engineering and Applied Sciences (Vol. 14, Issue 21, pp. 8047–8054). https://doi.org/10.36478/jeasci.2019.8047.8054
Meifilina, A. (2021). Instagram Reels Sebagai Media Self Disclosure Mahasiswa ( Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar Blitar ). Widya Komunika, 11(2), 45.
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Yogyakarta Press. http://www.academia.edu/download/35360663/Metode_Penelitian_Kualitaif.docx
Muslim. (2016). Jenis Penelitian Komunikasi. Jurnal Wahana, 1(10), 77–85.
Pramiarsih, E. E. (2024). Perilaku Konsumen. Deepublish Digital. https://books.google.co.id/books?id=1tgUEQAAQBAJ&pg=PA75&dq=dampak+influencer&hl=en&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwi3oPjt29OJAxWY4zgGHSg-LJoQuwV6BAgEEAk#v=onepage&q=dampak influencer&f=false
Puspa, A. I., Asri, D. N., & Triningtyas, D. A. (2023). Self-Disclosure pada Media Sosial Instagram. Seminar Nasional Sosial Sains, Pendidikan, Humaniora (SENASSDRA), 2(1), 360–366.
Putro, F. H. A. dkk. (2024). Pengungkapan Diri Dalam Dunia Maya Dalam Perspektif Luft Dan Harry Ingham ( Studi Kasus Pada Mahasiswa Pengguna Aplikasi Tiktok Di Universitas Boyolali ). Intelektiva, 06.
Rachmah, E., & Rahmawati, T. (2019). Hubungan Pengetahuan Stress Dengan Mekanisme Koping Remaja. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(2), 595–608. https://doi.org/10.33859/dksm.v10i2.517
Rahmaningtyas, N., Angga, C., & Riswari, R. (2022). Motivasi Self Disclosure Mahasiswa Melalui Instagram Story. Journal Communication Specialist, 1(2), 164–178. https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jcs/
Rofiq, F. A., Rahmawati, E. I., & Istiqomah. (2019). Gambaran Self-Disclosure Melalui Social Media Pada Siswa SMAN Plus Sukowono. Hal.1-16.
Rosemary, R. (2022). Pengungkapan Diri Selebgram Aceh Melalui Instagram Story. Komunikasi Global, 11(1).
Sagiyanto, A., & Ardiyanti, N. (2018). Self Disclosure Melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus Pada Anggota Galeri Quote). Nyimak (Journal of Communication), 2(1), 81–94. https://doi.org/10.31000/nyimak.v2i1.687
Saifulloh, M., & Siregar, M. U. (2019). Pengungkapan Diri Gofar Hilman Sebagai Influencer Melalui Media Instagram. Pustaka Komunikasi, 2(2), 167–180. https://doi.org/https://doi.org/10.32509/pustakom.v2i2.869
Salsabila, S., & Fakhri, E. A. (2023). Influencer Marketing di Tiktok: Pengaruh Humor Dan Hedonic Experience. Jurnal Manajemen Pemasaran Dan Perilaku Konsumen, 2(4), 907–920. https://doi.org/10.21776/jmppk.2023.02.4.06
Zumiarti & Ahmad Surya. (2023). Penerapan Teori Self Disclosure Pada Generasi Milenial (Pemilik Second Account Instagram). Ejpp, 4 (1).
DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v9i3.27862
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Taufiqur Rahman

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.