Counter-discourse: Membincang gerakan Deinfluencing di tiktok menggunakan kacamata aktivisme digital

Febriansyah Kulau, Universitas Al-Azhar Indonesia, Indonesia
Irwa Rochimah Zarkasi, Universitas Al-Azhar Indonesia, Indonesia

Abstract


Penelitian ini menganalisis gerakan deinfluencing di media sosial TikTok di Indonesia sebagai sebuah bentuk counter wacana terhadap budaya konsumerisme digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kecenderungan naratif yang berkembang dalam gerakan tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi digital dengan pendekatan analisis tematik terhadap konten deinfluencing. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gerakan deinfluensing bukanlah fenomena yang counter wacana saja, melainkan dapat dibedah kedalam tiga tema besar. Pertama, resistance, yang merepresentasikan perlawanan otentik melalui dekonstruksi narasi konsumerisme. Kedua, consumerist reappropriation, yaitu kooptasi kritik menjadi strategi pemasaran baru untuk produk alternatif. Ketiga, trend-surfing, dimana wacana deinfluensing dimanfaatkan semata untuk meningkatkan visibilitas dan membangun personal brand. Temuan ini menyimpulkan bahwa deinfluensing di Indonesia merupakan medan pertarungan wacana yang kompleks, yang menampilkan dialektika terus-menerus antara aktivisme otentik dan komodifikasi dalam ekosistem platform digital.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v8i4.26559

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Febriansyah Kulau, Irwa Rochimah Zarkasi

 

Creative Commons License

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.

View My Stats