Analisis Kebijakan Pemilihan Fleksibilitas Mata Pelajaran Sesuai dengan Minat dan Bakat Peserta Didik

M. Rizal Fathoni, Yogyakarta State University, Indonesia
Annisa Dwi Nursanti, Yogyakarta State University, Indonesia
Suranto Suranto, Yogyakarta State University

Abstract


Kebijakan penjurusan sejak awal jenjang SMA dinilai telah menimbulkan berbagai persoalan, seperti ketidaksesuaian jurusan, menurunnya motivasi belajar, serta ketimpangan dalam akses dan kesiapan antar sekolah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan baru yang tertuang dalam Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan rencana masa depan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan analisis isi terhadap berbagai dokumen kebijakan dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan belajar dan pengembangan diri peserta didik, namun di sisi lain masih menghadapi tantangan implementatif, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung. Diperlukan penguatan kapasitas sekolah berupa sumber daya dan bimbingan serta sinkronisasi lintas jenjang pendidikan agar kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Anggraena, Y., Felicia, N., Eprijum, D., Pratiwi, I., Utama, B., Alhapip, L., & Widiaswati, D. (2022). Kajian akademik kurikulum untuk pemulihan pembelajaran. Pusat Kurikulum Dan Pembelajaran BSKAP. https://repositori.kemdikbud.go.id/24972/

Aranditto, S. (2024). Tidak Ada Lagi Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA. Kompas. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2024/07/18/tidak-ada-lagi-penjurusan-ipa-ips-dan-bahasa-di-sma

Chaterine, R. N., & Meiliana, D. (2022). Kurikulum Merdeka, Nadiem Tegaskan Tak Ada Lagi Jurusan IPA-IPS-Bahasa di SMA. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2022/02/11/14255221/kurikulum-merdeka-nadiem-tegaskan-tak-ada-lagi-jurusan-ipa-ips-bahasa-di-sma

Indra, I., Nazara, S., Hartono, D., & Sumarto, S. (2020). Inequality of opportunity among Indonesian school children. International Journal of Development Issues, 19, 119-144. https://doi.org/10.1108/ijdi-06-2019-0098.

Insani, A., & Munandar, K. (2023). Studi Literatur: Pentingnya Pembelajaran Berdiferensiasi di Era Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. ScienceEdu. https://doi.org/10.19184/se.v6i1.39645.

Kemendikbudristek. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kemendikbudristek. (2024). Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah N0.12 Tahun 2024. In Permendikbud Ristek.

Khatibah. (2011). Penelitian kepustakaan. Iqro’: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi, 5(01), 36–39. http://repository.uinsu.ac.id/640/

Luankali, B. (2007). Analisis Kebijakan Publik Dalam Proses Pengambilan Keputusan. Amelia Press.

Mu’awanah, S., & Jacky, M. (2015). Perang stigma Antara Siswa IPA/IPS di MAN Lasem. Paradigma, 03(01). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/10789

Mulyati, M. (2019). Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan dalam Menumbuhkan Peminatan Anak Usia Dini Terhadap Pelajaran. STAI Al-Hikmah, 1(2).

Nugraheni, I., Budiati, A. C., & Nurhadi. (2024). Analisis Strategi Sekolah dalam Melaksanakan Kebijakan Penghapusan Penjurusan di SMA Negeri 3 Surakarta. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3). https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v9i3.17440

Nurani, S. K. (2024). Tak Ada Lagi Jurusan IPA dan IPS di SMA, Ini Sistem Penjurusan SMA dari Masa ke Masa. TEMPO. https://www.tempo.co/politik/tak-ada-lagi-jurusan-ipa-dan-ips-di-sma-ini-sistem-penjurusan-sma-dari-masa-ke-masa-35767

Putra, R., & Ramadhani, N. (2022). Relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja: Studi pada pendidikan menengah. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Karier, 8(1), 15–27.

Randi, A. F., Astuti, I. F., & Widagdo, P. P. (2019). Implementasi Metode Simple Additive Weighting Dalam Pemilihan SMA dan Jurusan. Sains, Aplikasi, Komputasi Dan Teknologi Informasi, 1(1).

Sari, M., & Wulandari, D. (2023). Peran orang tua dalam mendukung pemilihan jurusan siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 10(2), 60–72.

Satori, D., Meirawan, D., & Komariah, A. (2024). Model Pengembangan Kapasitas Manajemen Sekolah untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Fleksibel. Jurnal Administrasi Pendidikan, 36(1), 1-15. https://doi.org/10.17509/jap.v36i1.6443

Walia, A. (2024). Flexible in Curriculum to Meet the Objectives of the Program of the Institution. International Journal For Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2024.v06i02.14660.

Wijayanti, S. (2023). Fleksibilitas Kurikulum sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Era Digital. Jurnal Pendidikan Masa Kini, 7(1), 33-44.

Winarno, B. (2012). Kebijakan Publik: Teori, Proses, dan Studi kasus. CAPS.

Wisnujati, N. S., Sitorus, E., Anggusti, M., Ramadhani, R., Cendana, W., Marzuki, I., Simarmata, A., Tjiptadi, D. D., Bachtiar, E., & Sari, D. C. (2021). Merdeka Belajar Merdeka Mengajar. Yayasan Kita Menulis.




DOI: https://doi.org/10.21831/sakp.v14i4.23914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Statistik Counter Web Analytics