Modifikasi Elektroda Grafit dengan Polikurkumin Sebagai Sensor Ion Cu2+ dan Zn2+ secara Simultan

Laksita Rosa Indika, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
Regina Tutik Padmaningrum, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Abstract


Penelitian di laboratorium yang semakin berkembang menghasilkan limbah berbahaya yang mengandung logam berat. Metode analisis untuk penentuan logam tersebut yaitu voltametri siklik dengan elektroda grafit termodifikasi polikurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik elektroda grafit termodifikasi polikurkumin (GECUR) secara elektrokimia, gugus fungsi, dan morfologi permukaan; mengetahui validitas metode voltametri menggunakan GECUR; dan mengetahui aplikasi GECUR pada limbah cair laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum pada 90 detik dan pH 5. GECUR menunjukkan peningkatan kualitas transfer elektron dan luas area elektroaktif, serta menunjukkan permukaan yang lebih tebal. Jenis interaksi Cu2+ yaitu difusi dan Zn2+ adsorbsi. Rentang konsentrasi linear Cu2+ dan Zn2+ yaitu 22,61 – 545,97 dan 7,14 – 553,91 µM (konsentrasi rendah) serta 618,88 – 864,52 dan 597,74 – 852,84 µM (konsentrasi tinggi). Linearitas Cu2+ dan Zn2+ yaitu 0,9988 dan 0,9977 (konsentrasi rendah) serta 0,9964 dan 0,9711 (konsentrasi tinggi). Sensitivitas Cu2+ dan Zn2+ yaitu 0,8731 dan 0,3536 µA/µM (konsentrasi rendah) serta 2,4753 dan 0,8063 µA/µM (konsentrasi tinggi). Batas deteksi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 26,51 dan 36,98 µM. Batas kuantitasi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 80,33 dan 112,08 µM. Rata-rata akurasi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 94% dan 99%. Presisi Cu2+ dan Zn2+ yaitu 2% dan 11%. Aplikasi GECUR pada sampel limbah diperoleh akurasi rata-rata 97%.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.