Program Pemerataan Guru Pendamping Khusus bagi Siswa ABK di SMP Negeri Kota Yogyakarta
Abstract
Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemerataan Guru Pendamping Khusus (GPK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) oleh Unit Laayanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori implementasi Edward III sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pemangku kepentingan seperti kepala ULD, GPK, dan Wakil Kepala Sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ULD telah melakukan supaya sistematis dalam rekrutmen, pelatihan, dan distribusi GPK, implementasi belum berjalan optimal. Rasio GPK : ABK masih jauh dari standar ideal, dan pelaksanaan kebijakan dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya kewenangan struktural ULD, serta minimnya keterlibatan orang tua dan guru reguler. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan inklusi yang efektif dan merata.
Full Text:
PDFReferences
AKIB, H. (2010). Implementasi kebijakan: apa, mengapa, dan bagaimana. Jurnal administrasi publik, 1(1), 1-11. https://www.neliti.com/id/publications/97794/implementasi-kebijakan-apa-mengapa-dan-bagaimana
Arifa, F. N. (2024). Tantangan dalam mewujudkan. Kajian singkat terhadap isu aktual dan strategis, 16(31), 21-25. https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/info_singkat/Info%20Singkat-XVI-3-I-P3DI-Februari-2024-1953.pdf
Arriani, F. (2022). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia.
Denhardt, R. B. (2000). The new publis service : serving rather than steerimh. Public Administration Review, 60(6), 549-559. Retrieved from https://www.csus.edu/indiv/s/shulockn/executive%20fellows%20pdf%20readings/par-denhardt%20new%20public%20service.pdf
Dody Setyawan, A. P. (2021). Model george edward iii: implementasi peraturan daerah nomor 2 tahun 2018tentang kawasan tanpa rokokdi kota malang. Jurnal Politik, Sosial & Kebijakan Publik (Publicio), 3(2), 9-19. doi:https://doi.org/10.51747/publicio.v3i2.774
Dr. Irdamurni, M. d. (2015). Pendidikan Inklusi : Sebagai Solusi dalam Mendidik Anak Istimewa. Bekasi: Komplek Duta Indah.
Farhan Alfikri, N. K. (2022). Analisis kebijakan pendidikan inklusi. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(6), 7954-7966.
Karwanto, I. A. (2021). Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru di Sekolah Inklusi. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9(1), 133-143. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inspirasi-manajemen-pendidikan/article/view/38517
Novianto, K. (2020). Indeks pemerataan guru (IPG):ikhtiar mempercepat distribusi guru. Jurnal Kependidikan, Pembelajaran, dan Pengembangan, 2(2), 83-91. doi:https://doi.org/10.55273/karangan.v2i02.68
Restend, Y. M. (2022). Meninjauimplementasikebijakan pendidikan inklusif. Journal of Education, Administration, Training, and Religion, 3(1), 44-52. doi:http://dx.doi.org/10.38075/jen.v3i1.56
Sastra Wijaya, A. S. (2023). Implementasi program pendidikan inklusi pada sekolah dasar di kota serang. Jurnal Educatio, 9(1), 347-357. doi:https://doi.org/10.31949/educatio.v9i1.4592
Sugiyono, P. D. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Bandung: ALFABETA CV.
Yulia Anjarwati Purbasari, W. H. (2022). Perkembangan implementasi pendidikan inklusi. Jurnal pendidikan, 7(1), 50-58. doi:https://doi.org/10.26740/jp.v7n1.50-58
Zakia, D. L. (2015). Guru pembimbing khusus (GPK): pilar pendidikan inklusi. Prosiding seminar nasional pendidikan, 110-116.
Zulkifli Sidiq, A. L. (2022). Pendidikan Inklusif: Suatu Strategi Menuju Pendidikan untuk Semua. Journal of disability studies and research, 1(2), 101-115. Retrieved from https://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/jdsr/article/view/1532
DOI: https://doi.org/10.21831/sakp.v14i2.24184
Refbacks
- There are currently no refbacks.