“RED FLAG” dalam Pembelajaran GLBB: Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Two-Tier Diagnostic Test
Dwi Cahya Ningrum, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Tresna Galih Sukma Suryana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Abstract
Abstract
This study was conducted to identify student misconceptions regarding Uniformly Accelerated Linear Motion (GLBB) through the application of a two-tier diagnostic instrument and analyzed using the Rasch model approach. The method used was descriptive quantitative, with 42 students of grade XI MIPA 4 at SMA Negeri 1 Mancak as subjects. The instrument consisted of 11 two-tier questions consisting of two parts: multiple-choice questions (the first tier) and rationale for the chosen answer (the second tier). The data were analyzed using Ministep software version 5.9.1.0 to determine the level of item suitability and student ability based on the Rasch model. The results showed item reliability of 0.92, individual reliability of 0.58, and a Cronbach's Alpha value of 0.73. Misconceptions indicated that most students experienced conceptual errors in the concepts of acceleration, velocity-time graphs, and incorrect use of motion formulas. The Wright map showed a varied distribution of student abilities, with a tendency to fall slightly above the item difficulty level. This study emphasizes the importance of using a two-tier diagnostic instrument to uncover misconceptions as a basis for developing physics learning strategies in schools.
Keywords: GLBB, two-tier, misconception, Rasch model, diagnostics
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam materi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) melalui penerapan instrumen diagnostik two-tier dan dianalisis dengan pendekatan model Rasch. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif, dengan subjek 42 siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 1 Mancak. Instrumen berupa 11 butir soal two-tier yang terdiri dari dua bagian, yakni pertanyaan pilihan ganda (tier pertama) dan alasan pemilihan jawaban (tier kedua). Hasil data dianalisis menggunakan perangkat lunak Ministep versi 5.9.1.0 untuk mengetahui tingkat kesesuaian item dan kemampuan siswa berdasarkan model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas item sebesar 0,92, reliabilitas person 0,58, dan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,73. Identifikasi miskonsepsi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesalahan konseptual pada konsep percepatan, grafik kecepatan terhadap waktu, serta penggunaan rumus gerak yang tidak tepat. Peta Wright menunjukkan distribusi kemampuan siswa yang bervariasi dengan kecenderungan berada sedikit di atas tingkat kesulitan item. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen diagnostik two-tier untuk mengungkap miskonsepsi sebagai dasar perkembangan strategi pembelajaran fisika di sekolah.
Kata kunci: GLBB, two-tier, miskonsepsi, model Rasch, diagnostik
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alpian., Y., Sri Wulan Anggraeni, M. P., Wiharti., U., & Soleha., N. M. (2019). Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia. Jurnal Buana Pengabdian, 2(2), 35–43.
Arisanti, D. A. K. (2022). Analisis Kurikulum Merdeka Dan Platform Merdeka Belajar Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang Berkualitas. Jurnal Penjaminan Mutu, 8(02), 243–250. https://doi.org/10.25078/jpm.v8i02.1386.
Azizah, & Wahyuningsih, S. (2020). Penggunaan Model Rasch Untuk Analisis Instrumen Tes Pada Mata Kuliah Matematika Aktuaria. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 45-50.
Eddy, L. H., Preston, N., Mon-Williams, M., Bingham, D. D., Atkinson, J. M. C., EllinghamKhan, M., Otteslev, A., & Hill, L. J. B. (2021). Developing and validating a school-based screening tool of Fundamental Movement Skills (FUNMOVES) using Rasch analysis. PLoS One, 16(4), e0250002.
Grospietsch, F., & Mayer, J. (2018). Professionalizing pre-service biology teachers misconceptions about learning and the brain through conceptual change. Education Sciences, 8(3), 1–23. https://doi.org/10.3390/educsci8030120
Indriyani, Yuliana. 2020. Pengembangan Instrumen Penilaian High Order Thinking Skills (Hots) Siswa Sma Pada Materi Gerak Lurus. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Kurniasih, N., & Haka, N.B. (2017). Penggunaan Tes Diagnostik Two-Tier Multiple Choice Untuk Menganalisis Miskonsepsi Siswa Kelas X Pada Materi Archaebacteria Dan Eubacteria. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 8(1), 114–127. https://doi.org/10.24042/biosf.v8i1.1270.
Marlina, E. (2023). Pembinaan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Journal of Community Dedication, 3(1), 88–97.
Prasastono, S. H. (2023). Media Pembelajaran Gerak Lurus Beraturan Dan Gerak Lurus Berubah Beraturan Dengan Adobe Flash (Studi Kasus : SMA Veteran Purwokerto). Jurnal Manahura: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis, 1, 01-16.
Rossa, N. M., & Setyarsih, W. (2024). Identifikasi Miskonsepsi Peserta Didik SMA Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test Berbasis Masalah Kontekstual Berbantuan Quizizz Pada Materi Gerak Lurus. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika, 2(1), 252-259.
Sulhadi. (2011). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Life Skill untuk Meningkatkan Minat Kewirausahaan Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia.
Sumintono, B., & Widhiarso, W. (2015). Aplikasi pemodelan rasch pada assessment pendidikan. Trim Komunikata.
Wallace, G. H. (2020). Improving Spanish classroom assessment via logistic regression: lessons from the Rasch model. Journal of Spanish Language Teaching, 7(1), 51–63.
DOI: https://doi.org/10.21831/jpf.v13i1.27356
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Fisika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Our journal is indexed by:
Online ISSN (e-ISSN): 3025-9215
![]() | Jurnal Pendidikan Fisika by https://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pfisika/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. |










