ANALISIS DAMPAK BANJIR DI KABUPATEN PIDIE JAYA MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2, TINJAUAN HIDROLISIS DAS KRUENG MEUREUDU, DAN DINAMIKA GARIS PANTAI

Ivan Hadi Santoso, Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Ammar Al Faruq, Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Nurul Anisah, Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Riza Ariyani Nur Khasanah, Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Abstract


Banjir merupakan ancaman hidrometeorologi utama di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang dipengaruhi oleh interaksi faktor hidrologi, topografi, dan dinamika pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme dan dampak banjir melalui pendekatan kuantitatif eksplanatori yang mengintegrasikan tinjauan hidrologis DAS Krueng Meureudu, analisis spasial citra Sentinel-2, evaluasi Digital Elevation Model (DEM), analisis penampang topografi, serta kajian perubahan garis pantai. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-2 resolusi 10 m tanggal 28 Mei 2025 (sebelum banjir) dan 29 November 2025 (setelah banjir), DEM untuk analisis elevasi dan kemiringan lereng, serta referensi dinamika garis pantai periode 2000–2020. Hasil tinjauan hidrologi menunjukkan bahwa debit banjir rencana berpotensi melampaui kapasitas tampung sungai (bankfull capacity), terutama di wilayah hilir seperti Kecamatan Meureudu dan Bandar Baru. Analisis spasial mengidentifikasi genangan dominan pada dataran aluvial rendah dengan elevasi -11 hingga 10 meter dan kemiringan <8°. Analisis penampang melintang mengonfirmasi keberadaan cekungan tertutup (basin) yang menghambat drainase alami dan memperpanjang retensi genangan. Di sisi pesisir, dominasi akresi dan sedimentasi di muara Sungai Meureudu berpotensi memicu fenomena backwater effect yang semakin memperburuk kondisi banjir. Secara keseluruhan, banjir di Pidie Jaya dikontrol oleh peningkatan debit hulu, keberadaan cekungan topografis di hilir, dan sedimentasi pesisir, sehingga diperlukan pengelolaan DAS dan muara secara terpadu untuk mitigasi berkelanjutan.

Keywords


Banjir fluvial; Sentinel-2; DAS Krueng Meureudu; Cekungan topografis; Sedimentasi muara

Full Text:

PDF

References


Aldrian, E., & Dwi Susanto, R. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435–1452. https://doi.org/10.1002/joc.950

Baihaqi, Setiyaningsih, S. I., & Jannah, M. (2026). Analisis Pola Banjir di Kabupaten Pidie Jaya Menggunakan Data Mining dan Visualisasi Data. Jurnal Kolaborasi Akademika, 3(1), 126–140. https://doi.org/10.64826/ygk9r455

Bird, E. C. F. (Eric C. F. (with Internet Archive). (2008). Coastal geomorphology: An introduction. Chichester, England ; Hoboken, NJ : Wiley. http://archive.org/details/coastalgeomorpho0000bird_b7z8

Bosch, J. M., & Hewlett, J. D. (1982). A review of catchment experiments to determine the effect of vegetation changes on water yield and evapotranspiration. Journal of Hydrology, 55(1), 3–23. https://doi.org/10.1016/0022-1694(82)90117-2

Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Chow’s Handbook of Applied Hydrology. https://www.researchgate.net/publication/306097368_Chow's_Handbook_of_Applied_Hydrology

Drusch, M., Del Bello, U., Carlier, S., Colin, O., Fernandez, V., Gascon, F., Hoersch, B., Isola, C., Laberinti, P., Martimort, P., Meygret, A., Spoto, F., Sy, O., Marchese, F., & Bargellini, P. (2012). Sentinel-2: ESA’s Optical High-Resolution Mission for GMES Operational Services. Remote Sensing of Environment, The Sentinel Missions - New Opportunities for Science, 120, 25–36. https://doi.org/10.1016/j.rse.2011.11.026

Knighton, D. (1998). Knighton, David (1998) Fluvial Forms & Processes. A New Perspective. Don Mills, Ontario, Oxford University Press, 383 p. (ISBN 0-340-66313-8). https://www.researchgate.net/publication/269671485_Knighton_David_1998_Fluvial_Forms_Processes_A_New_Perspective_Don_Mills_Ontario_Oxford_University_Press_383_p_ISBN_0-340-66313-8

Merz, B., Thieken, A. H., & Gocht, M. (2007). Flood Risk Mapping At The Local Scale: Concepts and Challenges. Dalam S. Begum, M. J. F. Stive, & J. W. Hall (Ed.), Flood Risk Management in Europe: Innovation in Policy and Practice (hlm. 231–251). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-4200-3_13

Rahman, J. T. A. (2009). Model Indeks Banjir Dan Probabilitas Resiko Pada Daerah Bantaran Banjir Krueng Meureudu di Pidie Jaya Provinsi Aceh—Indonesia. Dinamika TEKNIK SIPIL/Vol. 11/No. 2/Mei 2011/Azmeri, dkk./Halaman : 112 - 117 113.

Suhardi, I., Saraswati, R., Andanusa, R. M., Hidayat, P. M., Priyambodo, A., & Mahasiswa Kelas Geomorfologi Pantai 2020-2021 Departemen Geografi UI. (2021). Perubahan Garis Pantai Pesisir Timur Sumatra. Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.21831/jifta.v13i1.27802

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  View My Stats