PERKIRAAN POSISI DAN KEDALAMAN TITIK CURIE PANAS BUMI BERDASARKAN DATA MAGNETIK SATELIT MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPEKTRAL 2D DI SEKITAR GUNUNG LAWU

Fatah Rizki Widiaji, Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
Yosi Aprian Sari, Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman titik Curie untuk mengestimasi panas bumi di sekitar Gunung Lawu pada koordinat -7,309o LS sampai -8,035o LS dan 110,793o BT sampai 111,562o BT dengan luas sekitar 85 km x 81 km, dengan menggunakan metode Analisis Spektral 2D berbasis data magnetik. Gunung Lawu merupakan lokasi yang memiliki potensi panas bumi yang menarik untuk diteliti dengan potensi diperkirakan sekitar 137 MW dengan cadangan terduga sebesar 195 MW. Kedalaman titik Curie dan Heatflow merupakan indikator penting untuk identifikasi panas bumi, karena dapat mengetahui kondisi termal dan distribusi panas di bawah permukaan. Data yang digunakan berupa data anomali medan magnet satelit yang berasal dari Web EMAG2 v3 dengan resolusi 2 arc- minute. Analisis Spektral 2D dilakukan untuk memperoleh kedalaman atas, kedalaman pusat, kedalaman titik Curie, dan Heatflow pada tiap bagian dari data sebaran variasi anomali magentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman titik Curie di wilayah studi berkisar antara 30,814 km hingga 62,514 km dengan nilai rata-rata 45,541 km sedangakn nilai Heatflow berkisar antara 23,194 mWm-2 hingga 47,055 mWm-2 dengan nilai rata-rata 33,477 mWm-2. Wilayah sekitar Gunung Lawu memiliki kedalaman titik Curie yang relatif dalam dan Heatflow yang rendah yang mengindikasikan potensi panas bumi yang rendah. Sebaliknya, di wilayah sebelah Utara dan Barat Gunung Lawu dengan jarak 10-30 km dari Gunung Lawu menunjukkan kedalaman yang lebih dangkal dan Heatflow lebih tinggi. Dengan demikian, metode yang digunakan terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan mengestimasi zona prospektif panas bumi berdasarkan distribusi kedalaman titik Curie dan Heatflow.


Keywords


Panas bumi; Gunung lawu; Magnetik; Analisis spektral 2d; titik curie; Heatflow

Full Text:

PDF

References


Aboud, E., Salem, A., & Mekkawi, M. (2011). Curie depth map for Sinai Peninsula, Egypt deduced from the analysis of magnetic data. Tectonophysics, 506(1–4), 46–54. https://doi.org/10.1016/j.tecto.2011.04.010

Amir, H., Bijaksana, S., Dahrin, D., Nugraha, A. D., Arisbaya, I., Pratama, A., & Suryanata, P. B. (2021). Subsurface structure of Sumani segment in the Great Sumatran Fault inferred from magnetic and gravity modeling.

Tectonophysics, 821, 229149. https://doi.org/10.1016/j.tecto.2021.229149

Blakely, R. J. (1995). Potential Theory in Gravity and Magnetic Applications. Cambridge University Press.

ESDM. (2017). Energi Panas Bumi Ramah Terhadap Lingkungan Sekitar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Diakses dari https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/direktorat-jenderal-ebtke/energi-panas-bumi-ramah-terhadap-lingkungan-sekitar

ESDM. (2018). Ini Dia Sebaran Pembangkit Listrik Panas Bumi di Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Diakses dari https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/ini-dia-sebaran-pembangkit-listrik-panas-bumi-di-indonesia

Handayani, S. S., Amir, H., Dwiridal, L., & Zulhendra. (2025). Penentuan Kedalaman Titik Curie Berdasarkan Data Geomagnetik dengan Menggunakan Analisis Spektral dan Upward Continuation (Studi Kasus Kabupaten Probolinggo). Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 25701–25708.

Ismah, A. Z., Amir, H., Dwiridal, L., & Zulhendra. (2024). Estimasi Kedalaman Titik Curie Berdasarkan Data Magnetik Menggunakan Metode Analisis Spektral 2D pada Sesar Sumatera Segmen Sianok. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 42333–42340.

Kementerian ESDM. (2024). Indonesia siap jadi negara produsen listrik panas bumi terbesar dunia. Diakses dari https://ebtke.esdm.go.id/artikel/berita/indonesia-siap-jadi-negara-produsen-listrik-panas-bumi-terbesar-dunia/

Kementerian ESDM. (2017). Kontrol Geologi Terhadap Pemunculan Manifestasi Panasbumi di kawasan Gunung Lawu. Jurnal Keilmuan Rekayasa dan Teknologi (KURVATEK), 15(1), KURVATEK Vol.5. No.1. Diakses dari https://journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/download/1790/971/

Maryadi, M., Sari, E. K., Zarkasyi, A., & Mizunaga, H. (2024). Three-dimensional magnetotelluric and gravimetric imaging of Mount Lawu geothermal prospect area, Indonesia. Geothermics, 118(102917). https://doi.org/10.1016/j.geothermics.2024.102917

Rasimeng, S., Kadir, W. G. A., Grandis, H., & Abdullah, C. I. (2013). Interpretation of Curie point depth and thermal gradient based on magnetic anomaly data at Southern Sumatra geothermal area. Dalam Prosiding Seminar Nasional Kebumian VIII (hlm. 209–216). Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Spector, A., & Grant, F. S. (1970). "Statistical models for interpreting aeromagnetic data". Geophysics.

Tanaka, A., Okubo, Y., & Matsubayashi, O. (1999). "Curie point depth based on spectrum analysis of the magnetic anomaly data in East and Southeast Asia". Tectonophysics.

Van Bemmelen, R. W. (1949). General geology of Indonesia and adjacent archipelagoes. The geology of Indonesia.

Zikri, A. R., Amir, H., Dwiridal, L., & Zulhendra. (2025). Penentuan Kedalaman Titik Curie Berdasarkan Data Geomagnetik dengan Menggunakan Analisis Spektral dan Upward Continuation. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 25855–25863.




DOI: https://doi.org/10.21831/jifta.v13i1.27145

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  View My Stats