HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP STATUS IMUN LANSIA DI KAMPUNG GEDONGAN KELURAHAN PURBAYAN
Tutiek Rahayu, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
Abstract
Lansia mengalami proses penuaan yang berpengaruh terhadap penurunan fungsi tubuh. Penurunan fungsi akan berdampak kepada kemampuan lansia dalam beraktivitas sehari-hari. Penurunan aktivitas fisik perlu dihindari supaya tidak berdampak pada tubuh. Justru lansia memerlukan pergerakan tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fisik lansia, status imun lansia, dan hubungan aktivitas fisik terhadap status imun lansia di Kampung Gedongan Kelurahan Purbayan. Desain penelitian menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Kampung Gedongan Kelurahan Purbayan. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah pemilihan sampel dengan kriteria tertentu. Kriteria tersebut meliputi lansia tersebut tinggal di Kampung Gedongan, berusia 60 – 74 tahun, dan dapat berkomunikasi lancar, hasilnya didapatkan sampel sebanyak 36 orang. Instrumen untuk mengukur aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) adaptasi dari Rahayu et al. (2022) sedangkan untuk mengukur status imun menggunakan kuesioner Immune Status Questionnaire (ISQ) adaptasi dari Maulana (2021). Metode analisis data menggunakan korelasi spearman-rank dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik lansia tergolong aktif, status imun lansia tergolong baik, dan terdapat hubungan yang signifikan aktivitas fisik terhadap status imun lansia di Kampung Gedongan Kelurahan Purbayan. Diharapkan dari penelitian ini lansia tetap berusaha bergerak disesuaikan dengan kemampuan tubuh untuk melakukannya. Selain itu, durasi dalam melakukan aktivitas fisik sebentar namun secara rutin sesuai disesuaikan kemampuan masing-masing lansia.
Kata kunci: lansia; aktivitas fisik; status imunitas; physical activity scale for the elderly (PASE); immune status questionnaire (ISQ)Full Text:
PDFReferences
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2022 (diakses pada 3 April 2023).
Covotta, A., Gagliardi, M., Berardi, A., Maggi, G., Pierelli, F., Mollica, R., Sansoni, J., & Galeoto, G. (2018). Physical activity scale for the elderly: translation, cultural adaptation, and validation of the italian version. Current gerontology and geriatrics research, 2018, 8294568.
Devi, Shinta R. (2021). Hubungan Nutrisi Dan Aktivitas Fisik Dengan Peningkatan Imunitas Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Di Wilayah Dusun Glugur Desa Sobih Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan). Undergraduate thesis, STIKes Ngudia Husada Madura.
Dewi, D. K. & Prawesti, D. (2013). Penurunan keluhan nyeri sendi pada lansia melalui senam lansia. Jurnal STIKES, 6(2).
Habut, M., Nurmawan, I., & Wiryanthini, I. (2018). Hubungan indeks massa tubuh dan aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Udayana. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 2,(1), 45-51.
Kaneda , T., & Zimmer, Z. (2007). Education, Gender, and Functional Transitions Among Indonesian Elderly. Journal of Cross Cult Gerontology, 22, 303–322.
Kumalajati, A. P., Rahayu, D. N., Wahdah, L. N., Romadona, S., Aliyya, T. F., & Afifah, C. A. N. (2021). Peran Aktivitas Fisik dalam Meningkatkan Imunitas Penderita Diabetes Melitus. Prosiding Seminar Nasional "Sport Health Seminar With Real Action" Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, Malang, 141-150.
Larsen, M., & Pedersen, P. (2013). To work, to retire – or both? Labor market activity after 60. Journal of European Labor Studies, 2(21), 1-20.
Maulana, G. F. (2021). Uji validitas dan reliabilitas immune status questionnaire serta uji efektivitas self-massage terhadap imunitas di era covid-19. Tesis Magister, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Notoatmodjo. (2014). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: EGC.
Nurmasitoh, Titis. (2015). Physical acitivities, exercises, and their effects to the immune system. Indonesian Journal of Medicine and Health, 7(2), 52-58.
Oktriani, S, Solihin, I, & Komariyah, L. (2019). Physical activity in elderly: an analysis of type of sport taken by elderly in Bandung. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 4(1), 62-67.
Rahayu, T., Rismayanthi, C. Sudibjo, P., Sutoyo, B. F., Mufidah, F. T., Pamungkas, G., Mahira, R., & Rahayu, S. P. (2022). Profil aktivitas fisik, kondisi fisik dan psikis, status imun serta kualitas hidup lansia: suatu kajian faktor resiko terkait perilaku sedentary. Laporan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Negeri Yogyakarta.
Singh, d. K. A., Rahman, N. N. A. A., Rajaratnam, B. S., Yi, T. C., & Shahar, S. (2018). Validity and Reliability of Physical Activity Scale for Elderly in Malay Language (PASE-M). Journal of Public Health Medicine, (1) 116-123.
Sukendra, D. M. (2015). Efek Olahraga Ringan Pada Fungsi Imunitas Terhadap Mikroba Patogen: Infeksi Virus Dengue. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 5(2), 57-65.
Trochimiak, T., & Hübner-Woźniak, E. (2012). Effect of exercise on the level of immunoglobulin a in saliva. Biology of sport, 29(4), 255–261.
Widyaningsih. (2019). Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat fleksibilitas otot hamstring pada lansia di posyandu lansia Pandanwangi Blimbing Kota Malang, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
Yasirin, A., Rahayu, S., & Junaidi, S. (2014). Latihan Senam Aerobik dan Peningkatan Limfosit CD4 (Kekebalan Tubuh) Pada Penderita HIV. Journal of Sport Sciences and Fitness, 3(3).
DOI: https://doi.org/10.21831/kingdom.v11i2.19520
Refbacks
- There are currently no refbacks.
![]() | Kingdom: The Journal of Biological Studies by https://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/kingdom/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. |

.png)








