Karakteristik Sarang Burung Manyar Tempua (Ploceus philippinus) di Jogja Adventure Zone

Hammas Zia Urrohman Anshari, Yogyakarta state University, Indonesia

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan material sarang burung Manyar tempua (Ploceus philippinus) yang ada di kawasan Jogja Adventure Zone, Yogyakarta sebagai sumber informasi mengenai karakteristik dan material sarang burung. Penelitian ini merupakan penelitian observasi. Data karakteristik dan material sarang yang dikumpulkan dengan metode purposive sampling dan dianalisis dengan analisis desktriptif. Data yang dikumpulkan meliputi karakter dan material penyusun sarang dan pengukuran mikroklimatik sarang yang meliputi suhu udara dan kelembaban udara yang ada di dalam sarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Jogja Adventure Zone terdapat 4 buah sarang burung yang tidak aktif yang terdiri dari 2 sarang berada di pohon kelapa, 1 sarang di pohon bambu dan 1 sarang di pohon trembesi. Bentuk sarang burung Manyar tempua (Ploceus philippinus) umumnya berbentuk pendulum yang lonjong, menggantung pada daun pohon kelapa dan menggangantung pada ranting pohon bambu dan pohon trembesi dengan akses masuk sarang ada pada bagian bawah. Rata rata berat sarang burung Manyar tempua 136,492 gram dan memiliki rata rata suhu dalam sarang 35,25° dengan kelembaban 49,25 %. Material utama sarang burung Manyar tempua berupa daun alang alang (Imperata cylindrical) yang dianyam dengan tangkai dan daun pohon sarang yang dipilih oleh burung Manyar tempua dengan rata rata lebar daun 0,9 mm dan panjang daun 72 cm.

Full Text:

PDF

References


Ambedkar, V. C. (1964). Some indian weaver Birds: A Contribution to Their Breeding Biology.

University of Bombay, Bombay

Junaid A.R. ( 29 Maret 2022). Status burung di Indonesia 2022 : resiko kepunahan spesies burung Indonesia tertinggi di dunia. Diambil 30 november 2022 pukul 12.04 dari https://www.burung.org/2022/04/29/status-burung-di-indonesia-2022-risiko-kepunahan- spesies-burung-indonesia-tertinggi-di-dunia/

Ali, S. (1931). The nesting habits of the baya (Ploceus philippinus). A new interpretation of their domestic relations. Journal of the Bombay Natural History Society 34:947–964.

Collias, E. N., & E. C. Collias. (1984). Nest Building and Behaviour. Pricenton University Press.

USA.

Davis, T. A. (1971). Variation in nest-structure of the common weaverbird Ploceus philippinus (L.) of India. Forma et Functio 4: 225-239.

MacKinnon J., K. Phillips, dan B. V. Balen. (1998). Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Puslitbang Biolog EEi-LIPI. Jakarta.

Heksanto, T. (2013). Spot Mancing Potensial di Jogja. Diunduh dari http://Pengenmancing.blogspot.com/2013/07/spot-mancing-potensial-di-jogja.html pada tanggal 13 Juni 2022

Hoi, H., B. Schleichen, iuD F. Vileni. ( 22 Maret 1994). Female mate choice and nest desertion in Penduline Tits, Remiz pendulinus: The impor-tance of nest quality. Animal Behaviour, 48:743–746.




DOI: https://doi.org/10.21831/kingdom.v12i1.19032

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Printed ISSN (p-ISSN): 2986-5328 | Online ISSN (e-ISSN): 2986-5328

Creative Commons LicenseKingdom: The Journal of Biological Studies by https://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/kingdom/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.