EVALUASI DAN KALIBRASI MUSIMAN SEVERE WEATHER THREAT (SWEAT) INDEX TERHADAP KEJADIAN THUNDERSTORM DI BANDAR UDARA I GUSTI NGURAH RAI

Muhammad Jouhar Syah, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
Muhamad Zaidan Hakim, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
Yosafat Dony Haryanto, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
I Kadek Mas Satriyabawa, Stasiun Meteorologi Kelas I Gusti Ngurah Rai, Indonesia
La Ode Ashamad Nusriah, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia

Abstract


Thunderstorm merupakan fenomena cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah tropis maritim. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Severe Weather Threat (SWEAT) Index dalam mendeteksi kejadian thunderstorm di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai serta menentukan threshold SWEAT yang adaptif secara musiman. Data yang digunakan meliputi pengamatan radiosonde pada pukul 00 dan 12 UTC serta observasi cuaca permukaan tahun 2025. Evaluasi dilakukan menggunakan verifikasi tabel kontingensi dengan parameter Probability of Detection (POD), False Alarm Ratio (FAR), dan Critical Success Index (CSI), serta analisis Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil menunjukkan bahwa frekuensi thunderstorm tertinggi terjadi pada musim hujan (25,4%), disertai nilai SWEAT rata-rata dan maksimum yang lebih tinggi dibandingkan musim kemarau. Penggunaan satu threshold SWEAT sepanjang tahun menunjukkan kinerja rendah, terutama pada musim hujan dengan FAR tinggi dan CSI rendah. Pendekatan kategorial menunjukkan bahwa kategori menengah lebih representatif pada musim hujan, sedangkan kategori tinggi lebih optimal pada musim kemarau. Analisis ROC menunjukkan kemampuan diskriminatif yang baik pada musim kemarau (AUC ≈ 0,83), tetapi lebih terbatas pada musim hujan. Kalibrasi dan validasi internal menghasilkan threshold optimal sekitar 180 pada musim hujan dan 230 pada musim kemarau. Hasil ini menegaskan pentingnya threshold SWEAT adaptif musiman untuk meningkatkan akurasi deteksi thunderstorm di wilayah tropis maritim.


Keywords


Thunderstorm; SWEAT Index; Threshold Musiman; Meteorologi Penerbangan; Tropis Maritim

Full Text:

PDF

References


Budiarti, M., Hermawan, E., & Prasetyo, S. (2012). Pemanfaatan indeks stabilitas atmosfer untuk prakiraan badai guntur di wilayah Cengkareng. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika.

Ebert, E. E., Wilson, L. J., Brown, B. G., Nurmi, P., Brooks, H. E., Bally, J., & Ghelli, A. (2013). Methods for verifying precipitation forecasts (Number WMO-No. 1173).

Fadholi, A. (2012). Meteorologi sinoptik. Graha Ilmu.

Lubis, N. (2024). Analytical hierarchy process study of atmospheric stability indicators for aviation weather prediction. Climago.

Lubis, N. A.-Z., Hasibuan, A. A., & Siregar, D. C. (2020). Kajian stabilitas atmosfer di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Jurnal Material Dan Energi Indonesia, 10(1), 1–9.

Miller, R. C. (1972). Notes on analysis and severe storm forecasting procedures. Air Weather Service Technical Report.

Nugraha, A., Putra, Y. S., & Adriat, R. (2021). Analisis potensi terjadinya thunderstorm menggunakan metode SWEAT di Stasiun Meteorologi Supadio. Prisma Fisika, 9(1), 55–61.

Organization, W. M. (2018). Guide to aeronautical meteorological services. World Meteorological Organization.

Rusdin, A. A., Palloan, P., Subaer, & Prasetiyo, A. (2023). Uji akurasi ambang batas indeks stabilitas atmosfer terhadap pembentukan thunderstorm dan awan cumulonimbus di Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin. Jurnal Fisika Unand, 12(2), 268–274. https://doi.org/10.25077/jfu.12.2.268-274.2023

Tjasyono, B. T., Harijono, S. W. B., & Nurjani, E. (2011). Meteorologi Indonesia: Karakteristik dan sirkulasi atmosfer. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Yulihastin, E. W., Trismidianto, & Nugroho, J. T. (2023). Karakteristik konveksi dan hujan ekstrem di wilayah maritim Indonesia. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika.




DOI: https://doi.org/10.21831/jifta.v13i2.30248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  View My Stats