ANALISIS EFEK DIREKTIVITAS GEMPA BUMI STRIKE-SLIP Mw 7.3 FLORES, 14 DESEMBER 2021
Iman Suardi, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
Dimas Salomo J. Sianipar, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
Abstract
Gempa bumi Flores Mw 7.3 pada 14 Desember 2021 bermekanisme strike-slip dan memicu kerusakan yang signifikan di wilayah Pulau Flores dan sekitarnya. Pada gempa bumi strike-slip bermagnitudo besar, pola penjalaran rekahan (rupture) kerap asimetris dan menimbulkan efek direktivitas. Data waveform dari 103 stasiun seismik milik jaringan BMKG pada jarak terdekat hingga 950 km dari episenter gempa diolah dengan metode inversi spektrum amplitudo berdasarkan azimut stasiun menggunakan perangkat lunak Kiwi Tools (Cesca et al., 2011). Penelitian ini menghasilkan pola direktivitas rupture berdasarkan pola durasi semu stasiun, yang mana stasiun yang memiliki azimut relatif searah dengan penjalaran rupture akan mengalami pemendekan durasi semu, begitu pula sebaliknya. Hasil menunjukkan bahwa stasiun yang berada relatif di sebelah barat episenter memiliki durasi semu antara 2 hingga 7 detik, sedangkan stasiun yang relatif di sebelah timur episenter memiliki nilai durasi semu yang lebih tinggi, yaitu antara 12 hingga 18 detik. Dengan pemodelan kurva sinusoidal antara durasi semu dengan azimut stasiun, diketahui bahwa gempa bumi ini memiliki direktivitas ke arah barat laut pada azimut -78˚ atau berarah strike 282˚, selaras dengan pemodelan mekanisme sumber pada penelitian sebelumnya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ben-Menahem, A., 1961, Radiation of Seismic Surface-Waves from Finite Moving Sources, hal. 131–136, in Bulletin of the Seismological Society of America
BMKG, 2021, Ulasan Guncangan Tanah Akibat Gempa Bumi Di Laut Flores Nusa Tenggara Timur 14 Desember 2021:
Causse, M., 2025, From earthquake rupture to strong ground-motion, Advance Access published 2025
Cesca, S., Heimann, S., dan Dahm, T., 2011, Rapid directivity detection by azimuthal amplitude spectra inversion, Journal of Seismology, Vol. 15, no. 1, pp 147–164
Kennett, B. L. N., Engdah, E. R., dan Buland, R., 1995, Constraints on seismic velocities in the Earth from traveltimes, pp 108–124
Lay, T. dan Wallace, T. C., 1995, Modern Global Seismology
Supendi, P., Rawlinson, N., Prayitno, B. S., Widiyantoro, S., Simanjuntak, A., Palgunadi, K. H., Kurniawan, A., Marliyani, G. I., Nugraha, A. D., Daryono, D., Anugrah, S. D., Fatchurochman, I., Gunawan, M. T., Sadly, M., dkk., 2022, The Kalaotoa Fault: A Newly Identified Fault that Generated the Mw 7.3 Flores Sea Earthquake, Seismic Record, Vol. 2, no. 3, pp 176–185
Wessel, P. dan Luis, J. F., 2019, The Generic Mapping Tools Version 6 Geochemistry , Geophysics , Geosystems, pp 5556–5565
DOI: https://doi.org/10.21831/jifta.v13i2.29933
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


View My Stats



