Penelitian ini menganalisis gerakan deinfluencing di media sosial TikTok di Indonesia sebagai sebuah bentuk counter wacana terhadap budaya konsumerisme digital. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kecenderungan naratif yang berkembang dalam gerakan tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi digital dengan pendekatan analisis tematik terhadap konten deinfluencing. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gerakan deinfluensing bukanlah fenomena yang counter wacana saja, melainkan dapat dibedah kedalam tiga tema besar. Pertama, resistance, yang merepresentasikan perlawanan otentik melalui dekonstruksi narasi konsumerisme. Kedua, consumerist reappropriation, yaitu kooptasi kritik menjadi strategi pemasaran baru untuk produk alternatif. Ketiga, trend-surfing, dimana wacana deinfluensing dimanfaatkan semata untuk meningkatkan visibilitas dan membangun personal brand. Temuan ini menyimpulkan bahwa deinfluensing di Indonesia merupakan medan pertarungan wacana yang kompleks, yang menampilkan dialektika terus-menerus antara aktivisme otentik dan komodifikasi dalam ekosistem platform digital.
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.