Makna Candaan Seksis Bagi Pekerja Perempuan di Ruang Kerja Formal
Edi Santoso, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Wiwik Novianti, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
Abstract
Fenomena candaan seksis kerap dianggap sebagai bentuk humor yang lumrah dalam interaksi sosial di tempat kerja, namun pada kenyataannya sering kali mengandung unsur pelecehan dan ketimpangan gender yang terselubung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana pekerja perempuan memaknai pengalaman mereka terhadap candaan seksis di lingkungan kerja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan perempuan yang bekerja di berbagai sektor formal, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan analisis fenomenologi menurut Creswell dan Poth, mulai dari deskripsi pengalaman partisipan hingga penemuan makna esensial dari fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa candaan seksis dimaknai oleh pekerja perempuan dalam tiga bentuk utama. Pertama, candaan seksis dipahami sebagai bentuk pelecehan verbal terselubung. Kedua, candaan seksis dimaknai sebagai wujud kekuasaan dan dominasi maskulin, yang memperlihatkan adanya relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan di ruang kerja. Ketiga, sebagian perempuan menafsirkan candaan seksis sebagai humor atau candaan yang wajar, terutama ketika disampaikan dalam konteks keakraban. Diperlukan peningkatan kesadaran gender, kebijakan organisasi yang responsif, serta ruang aman bagi perempuan untuk menyuarakan ketidaknyamanan terhadap bentuk candaan yang bersifat seksis, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih setara dan inklusif.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amelia, P., Ritonga, H. J., & Walisyah, T. (2022). Humor Seksis Pada Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Angkatan 2019-2020 Menurut Perspektif Komunikasi Islam. Maktabatun: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi, 2(2), 84–89. https://ummaspul.e-journal.id/RMH/article/view/6383
Ariani, D. A. (2023). Humor Seksis Bukan Lelucon, Itu Bentuk Kekerasan Verbal. Bincang Perempuan. https://bincangperempuan.com/humor-seksis-bentuk-kekerasan-verbal-bukan-lelucon/, Accessed 31 October 2025.
Bouckaert, Y., Vofrei, L., Jonczyk, N., Mertens, A., Soliman, M., Venz, L., & Loschelder, D. D. (2025). Is the joke on you? The impact of sexist humour and gender dynamics on interpersonal work outcomes. European Journal of Work and Organizational Psychology, 34(1), 144–159. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/1359432X.2024.2429850
BPS. (2024). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin (Persen), 2024. Badan Pusat Statistika Kota Pagar Alam. https://pagaralamkota.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mzg0IzI=/tingkat-partisipasi-angkatan-kerja-menurut-jenis-kelamin.html, Accessed 31 October 2025.
Creswell, J. W. (2016). Research Design (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fadillah, A. N. (2022). Sexual Harassment di Tempat Kerja dalam Perspektif Kriminologi. Bacarita Law Journal, 2(2), 83–91. https://doi.org/https://doi.org/10.30598/bacarita.v2i2.6140
Ghony, M. D., Wahyuni, S., & Almanshur, F. (2020). Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Kualitatif. Refika Aditama.
Gunawan, I. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik (1st ed.). Bumi Aksara.
Gutiérrez, C. A., Cubero, A., Fumero, F., Montealegre, D., Sandoval, P., & Castro, V. S. (2022). I’m Just Joking! Perceptions of Sexist Humour and Sexist Beliefs in a Latin American Context. International Journal of Psychology, 58(2), 91–102. https://doi.org/10.1002/ijop.12884
Harahap, P. V., & Adiprabowo, V. D. (2025). Mitos dan Patriarki dalam Tradisi Adat Batak di Film Catatan Harian Menantu Sinting: Telaah Semiotika Roland Barthes. Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3), 74–87. https://doi.org/10.21831/lektur.v8i3.24535
Hermawan, F. F., Waskita, D., & Sulistyaningtyas, T. (2017). Bahasa, Tubuh, dan Paradigma Patriarki dalam Humor Kontemporer Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 17(1), 29–40. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v17i1.6955
Hirsch, K. E. (2015). Phenomenology and Educational Research. International Journal of Advanced Research, 3(8), 251–260. http://www.journalijar.com/article/5631/phenomenologyand-educational-research/
International Labour Organization. (2022). Semua Bisa Kena! Laporan Hasil Survei Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Dunia Kerja Indonesia 2022. https://neverokayproject.org/pusat-data/riset/semua-bisa-kena-laporan-hasil-survei-kekerasan-dan-pelecehan-di-dunia-kerja-indonesia-2022/
Jala, J. S. P., & Candrasari, Y. (2025). Seksisme dalam Balutan Humor pada Podcast “BBK” (Analisis Representasi Humor Seksis pada Podcast YouTube “Bocah-Bocah Kosong”). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(3), 1139–1146. https://doi.org/10.31604/jips.v12i3.2025. 1139-1146
Kanyemba, R., & Naidu, M. (2022). ‘Sexist Humour’ towards Female Students in Higher Education Settings: A Case Study of Great Zimbabwe University. International Journal of African Higher Education, 9(1), 53–72. https://doi.org/10.6017/ijahe.v9i1.15233
Komnas Perempuan. (2025). RINGKASAN EKSEKUTIF “Menata Data, Menajamkan Arah: Refleksi Pendokumentasian Dan Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan 2024” Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2024.
Kurniawan, M. R. (2025). Mengapa Humor Seksis di Dunia Kerja Dianggap Biasa? Analisa Perspektif Gender. Kumparan. https://kumparan.com/muhammad-ronnald-recky-kurniawan/mengapa-humor-seksis-di-dunia-kerja-dianggap-biasa-analisa-perspektif-gender-25Fbhx4qJfp, Accessed 31 October 2025.
Ogulewe, F. U. (2025). Occupational Sexism in Workplace Culture: A Tradition of Overbearing Masculinity. Nnamdi Azikiwe Journal of Philosophy, 15(2), 181–192. https://www.acjol.org/index.php/najp/article/view/6978
Pebriaisyah, F., Wilodati, & Komariah, S. (2022). Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan: Relasi Kuasa Kyai Terhadap Santri Perempuan di Pesantren. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 12(1), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/sosietas.v12i1.48063
Perwita, A. I., Nuryanti, & Setiansah, M. (2023). Interpretasi Khalayak terhadap Humor Sexist dalam Tayangan Komedi Lapor Pak! Trans 7. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(2), 185–206. https://doi.org/10.24002/jik.v20i2.5882
Rahmawati, L., Hasanah, W., Agustin, M., Putri, F. A., & Faruq. (2023). Stereotip Gender dan Kesejahteraan Perempuan. Ijougs: Indonesia Journal of Gender Studies, 4(2), 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/ijougs.v4i2.6880
Sakina, A. I., & Siti, D. H. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Share: Social Work Jurnal, 7(1), 71–80. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820
Saskhia, R. (2021). Analisis Semiotika Representasi Ketidakadilan Gender dalam Film “Moxie.” Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(4), 364–373. https://doi.org/10.21831/lektur.v4i4.18542
Schutz, A. (1967). The Phenomenology of the Social World (G. Walsh & F. Lehnert, Trans.). Northwestern University Press.
Shifman, L., & Lemish, D. (2010). Between Feminism and Fun(ny)mism: Analyzing Gender in Popular Internet Humor. Information, Communication and Society, 13(6), 870–891. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13691180903490560
Siddiqi, N., Bains, A., Mushtaq, A., & Aleem, S. (2018). Analysing Threads of Sexism in New Age Humour: A Content Analysis of Internet Memes. Indian Journal of Social Research, 59(3), 355–367. https://www.researchgate.net/publication/327137322
SIMFONI-PPA. (2024). Ringkasan Data Kasus Kasus Kekerasan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan, Accessed 31 October 2025.
Sopariyah, M., & Khairunnisa, A. (2024). Budaya Patriarki dan Ketidakadilan Gender di Kehidupan Masyarakat. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 3(7), 3227–3232. https://ejournal.nusantaraglobal.or.id/index.php/sentri/article/view/3111
Tantri, K. D., Martini, & Scorviana, N. (2024). Persepsi Mahasiswa tentang Humor Seksis sebagai Bentuk Kekerasan Seksual secara Verbal. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 2(3), 51–62. https://doi.org/https://doi.org/10.47861/tuturan.v2i3.1049
Utama, C. P., Wulan, D. N., & Jati, A. N. (2023). Humor Seksis: Bentuk Pelecehan dalam Sudut Pandang Perempuan. Jurnal Kultur, 2(2), 139–149. https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/kultur/article/view/580
Wagino. (2022). Kenali dan Cegah Pelecehan Seksual di Tempat Kerja. Kementerian Keuangan. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/14858/Kena, Accessed 31 October 2025.
DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v8i4.25641
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Haniyah Rizki Oktaviani, Edi Santoso, Wiwik Novianti

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.