Resiliensi Perempuan Sawit: Analisis Komunikasi Dukungan Sosial di Kabupaten Kampar

Sesdia Angela, Universitas Riau, Indonesia
Chelsy Yesicha, Universitas Riau, Indonesia
Nurjanah Nurjanah, Universitas Riau, Indonesia
Winda Ersa Putri, Universitas Riau, Indonesia

Abstract


Hidup perempuan pekerja sawit di Kabupaten Kampar menyimpan kisah yang kerap luput dari perhatian. Beban ganda, keterbatasan akses informasi, dan kondisi kerja yang penuh ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk dukungan sosial yang dialami perempuan sawit, mengidentifikasi jaringan komunikasi yang menopang resiliensi mereka, serta memahami makna komunikasi dukungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sembilan perempuan sawit serta observasi non-partisipatif pada aktivitas komunitas. Analisis tematik menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak sekadar hadir dalam bentuk material, tenaga, atau emosional, tetapi juga mengandung dimensi makna yang lebih dalam. Dukungan material dipahami sebagai tanda kepercayaan, gotong royong di kebun menjadi sarana komunikasi yang memperkuat ikatan sosial, sementara doa dan semangat berfungsi sebagai komunikasi simbolik yang menumbuhkan harapan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jaringan komunikasi perempuan sawit sebagian besar berpusat pada keluarga inti dan kelompok sosial seperti arisan dan pengajian, dengan pemanfaatan media digital yang masih terbatas. Pola komunikasi ini menegaskan bahwa resiliensi perempuan sawit bukan semata persoalan ekonomi, melainkan hasil dari solidaritas yang dipelihara lewat percakapan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi menjadi fondasi utama resiliensi berbasis gender di sektor perkebunan.


Keywords


: Komunikasi, Dukungan sosial, Jaringan komunikasi, Resiliensi, Perempuan sawit

Full Text:

PDF

References


Abugre, S., et al. (2024). Improving smallholder farmers’ access to and utilization of climate information services through social networks in Ghana. Climate Services, 34, 100468.

Atkinson, R. (2007). The life story interview. In D. J. Clandinin (Ed.), Handbook of narrative inquiry: Mapping a methodology (pp. 224–245). Sage. https://doi.org/10.4135/9781452226552.n9

Azzahra, F., Dharmawan, A. H., & Pandjaitan, N. K. (2017). Perempuan dan resiliensi nafkah rumah tangga petani sawit: Analisis dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 5(1), 25–35. https://doi.org/10.22500/sodality.v5i1.16269

Badan Pusat Statistik (BPS) Riau. (2023). Statistik perkebunan kelapa sawit Provinsi Riau 2022. Pekanbaru: BPS Riau.

Borgatti, S. P., Everett, M. G., & Johnson, J. C. (2018). Analysing social networks. Sage.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

Dharmawan, A. H., Putri, E. I. K. P., Prasetyo, L. B., Rahmadian, F., Azzahra, F., & Utami, R. (2016). Dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit terhadap ekonomi regional dan sistem nafkah rumah tangga petani. Laporan Penelitian Strategis Nasional. Bogor: PSP3 IPB.

GAPKI & BPDPKS. (2023). Kajian peran perempuan dalam industri sawit Indonesia. Jakarta: GAPKI.

JIBAL. (2024). Enabling factors for the adoption of sustainable agriculture practices (Laporan). April 2024.

Karbo, R. T. (2024). Examining factors influencing smallholder farmers’ adoption of climate-smart agriculture technologies in Ghana (Doctoral dissertation). Newcastle University.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (2022). Kajian Pengarusutamaan Gender: Analisis Ketimpangan Gender. Laporan Kajian Fiskal.

Laila, N. E. N. (2015). Strategi nafkah perempuan nelayan terhadap pendapatan keluarga. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(2), 1–15.

Le Masson, V., Norton, A., & Wilkinson, E. (2015). Gender and resilience (Working Paper). London: BRACED Knowledge Manager.

Prell, C. (2012). Social network analysis: History, theory and methodology. Sage.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Speranza, C. I., Wiesmann, U., & Rist, S. (2014). An indicator framework for assessing livelihood resilience in the context of social-ecological dynamics. Global Environmental Change, 28, 109–119. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2014.06.005

Velamuri, A., Patel, S. R., & Kumar, V. (2023). Unlocking agricultural information networks: A social network analysis approach. Gujarat Journal of Extension Education, 36(2), 104–111. https://doi.org/10.56572/gjoee.2023.36.2.0019

Wellman, B. (1983). Network analysis: Some basic principles. Sociological Theory.




DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v8i4.25367

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 sesdia angela, Chelsy Yesicha, Nurjanah Nurjanah, winda ersa putri

 

Creative Commons License

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.

View My Stats