EFEKTIVITAS PENURUNAN ION LOGAM TEMBAGA DAN NIKEL PADA LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING SECARA KONTINYU MENGGUNAKAN ADSORBEN KULIT SALAK
Susila Kristianingrum,
Abstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik karbon aktif kulit salak berdasarkan SNI 06-3730-1995; morfologi permukaan; pengaruh kondisi optimum; efisiensi adsorpsi; dan kapasitas adsorpsi ion logam Cu dan Ni dengan karbon aktif kulit salak. Subjek penelitian ini adalah limbah kulit salak teraktivasi NaOH 10% sebagai karbon aktif untuk menurunkan kadar logam Cu dan Ni dalam limbah cair elektroplating. Objek penelitian ini adalah karakteristik karbon aktif kulit salak, efektivitas adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi dari adsorben kulit salak teraktivasi NaOH 10%. Penentuan kondisi optimum dilakukan dengan limbah simulasi variasi laju alir yang digunakan, yaitu laju alir cepat (keran terbuka penuh) dan laju alir lambat (kerat terbuka sebagian), sedangkan variasi massa adsorben yang digunakan, yaitu 0,2; 0,4; dan 0,6 gram. Variasi perbandingan volume Cu:Ni, yaitu 1:1; 1:2; dan 1:3 (v/v) dengan volume Cu dibuat tetap. Kondisi optimum yang didapat digunakan untuk adsorpsi limbah industri elektroplating. Analisis kadar ion logam tembaga dan nikel dilakukan menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak teraktivasi NaOH memiliki karakteristik kadar air sebesar 1,09%, kadar abu sebesar 9,37%, kadar mudah menguap sebesar 22,55%, kadar karbon terikat 67%, dan daya serap iodin sebesar 486,502 mg/g; morfologi kulit salak sebelum aktivasi memiliki permukaan kasar, sedangkan setelah memiliki permukaan lebih halus tetapi bentuk pori keduanya tertutup dan peningkatan kadar karbon; kondisi optimum terhadap adsorpsi ion logam tembaga dan nikel terjadi pada laju alir lambat (0,242-0,0534 mL/detik) dan massa adsorben 0,6 gram, sedangkan perbandingan volume pada 1:3 (v/v) untuk logam Cu dan 1:1 (v/v) untuk logam Ni; efisiensi adsorpsi ion logam Cu dan Ni pada limbah elektroplating secara berturutan 2,71% dan 55,89%; dan kapasitas adsorpsi secara berturutan, yaitu 0,844 mg/g dan 1,334 mg/g.
Refbacks
- There are currently no refbacks.



