Analisis framing Robert Entman tentang berita kompas.com dan detik.com tentang kasus “IDI Kacung WHO”

Muhammad Alberian Reformansyah, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
Pratiwi Wahyu Widiarti, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing pemberitaan Kompas.com dan Detik.com tentang kasus “IDI Kacung WHO” dengan analisis framing model Robert Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing. Penelitian ini menggunakan 35 berita Detik.com dan 14 berita Kompas.com berita tentang kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Jerinx sebagai sumber data primer. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi data teori. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis framing model Robert Entman yang terdiri dari empat elemen yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Terdapat pola pembingkaian kasus “IDI Kacung WHO” pada pemberitaan Detik.com dan Kompas.com. 2) Secara keseluruhan, pemberitaan Detik.com menonjolkan pelanggaran UU ITE yang dilakukan oleh Jerinx. 3) Secara keseluruhan Kompas.com menyajikan perspektif berbeda dimana Jerinx ditempatkan sebagai narasumber utama demi memberi ruang untuk alasan di balik postingan “IDI Kacung WHO”.

Kata kunci : Analisis Framing, Jerinx, Model Robert Entman

 

Abstract

This research purposes to uncover the news framing of Kompas.com and Detik.com online news on “IDI Kacung WHO” case using Robert Entman’s framing analysis model. This research is using qualitative approach and framing analysis research method. The research is using 35 Detik.com and 14 Kompas.com online news that covers the defamation case of IDI by Jerinx as primary datas. The validity of the datas were using data source triangulation and data theory triangulation. This research is using documentation technique as its data collection methods and using Robert Entman’s framing analysis as the research analysis methods which consist of 4 elements; define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. This research shows that; 1) There are framing patterns on “IDI Kacung WHO” case in Detik.com and Kompas.com news coverage. 2) Overall, Detik.com news coverage highlights the law-breaking aspects on UU ITE which Jerinx did. 3)Overall, Kompas.com presents a different perspective which placed Jerinx as the main source to give space to explain his Instagram posting of “IDI Kacung WHO”

Keywords : framing analysis, Jerinx, Robert Entman’s Model

Keywords


framing analysis; Jerinx; Robert Entman’s Model

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v5i4.19180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Muhammad Alberian Reformansyah, Pratiwi Wahyu Widiarti

 

Creative Commons License

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.

View My Stats