REPRESENTASI POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM “DUA GARIS BIRU” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

Rosa Astia Nathaniela, Ilmu Komunikasi UNY, Indonesia
Pratiwi Wahyu Widiarti, Ilmu Komunikasi UNY, Indonesia

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi pola komunikasi keluarga dalam menyelesaikan masalah kenakalan remaja pada film Dua Garis Biru dengan pendekatan semiotika Roland Barthes.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah film berjudul Dua Garis Biru yang tayang secara reguler di bioskop Indonesia tahun 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten pada film Dua Garis Biru berdasarkan landasan teori. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori. Analisis data yang digunakan yaitu dengan kajian isi dan semiotika Roland Barthes.

Hasil penelitian menunjukan bahwa keterbukaan dengan cara pandang yang tepat akan membantu komunikasi dalam keluarga menjadi efektif. Selain itu pola komunikasi keluarga merupakan komunikasi yang unik karena pola komunikasi keluarga tidak bisa disamakan dengan keluarga lainnya. Ditemukan perbedaan pola komunikasi keluarga dalam film. Pertama, keluarga Bima merepresentasikan pola komunikasi keluarga seimbang terpisah (Balance Split Pattern), karena setiap anggota keluarga memiliki peran yang sama dan memberikan keputusan akhir kepada anggota keluarga yang dominan. Kedua, keluarga Dara merepresentasikan pola komunikasi tak seimbang terpisah (Unbalanced Split Pattern), karena anggota keluarga yang lain dirasa tidak cukup ahli dalam beberapa hal sehingga salah satu anggota keluarga menjadi lebih dominan dan mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan anggota keluarga yang lain . Pola komunikasi keluarga bukan hal yang mutlak atau paten dalam komunikasi keluarga melainkan dapat berubah sesuai keadaan.

Kata Kunci : Semiotika model Roland Barthes, analisis isi, representasi, kenakalan remaja, dan film.

Abstract

The study aims to describe representations of family communication patterns in solving the problem of juvenile delinquency in the film Two Blue Stripe with Roland Barthes' semiotic approach.

This research uses qualitative approaches with descriptive methods. The object of this research is a film titled Two Blue Stripe which aired regularly in Indonesian cinemas in 2019. The data collection techniques used are documentation and literature studies of the content in the film Two Blue Stripe based on the theoretical foundation. The data validity test is conducted by triangulation theory. Analysis of the data used is by the study of the contents and camera techniques. Analysis of the data used is by the study of the contents and Roland Barthes' semiotic

The results showed that openness with the right perspective will help communication in the family be effective. In addition, family communication patterns are unique because family communication patterns cannot be equated with other families. There are differences in family communication patterns in the film. First, the Bima family represents a Balance Split Pattern, considering each family member has the same role and gives the final decision to the dominant family member. Second, the Dara family represents an unbalanced split pattern, considering other family members are not skilled enough in some ways so that one family member becomes more dominant and makes decisions on its own without considering the other family members. Family communication patterns are not absolute or patent in family communication but can change according to circumstances.

Keywords: Semiotics of Roland Barthes model, content analysis, representation, juvenile delinquency, and film

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v4i2.18518

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Rosa Astia Nathaniela, Pratiwi Wahyu Widiarti

 

Creative Commons License

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.

View My Stats