REPRESENTASI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA FILM RAKSASA DARI JOGJA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

Yunita Noor Wijayantie, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta
Suranto Aw, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) representasi kekerasan dalam rumah tangga melalui tanda-tanda yang terkandung dalam film Raksasa dari Jogja menurut pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual kepada audiens dalam film Raksasa dari Jogja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian yang dipilih adalah film Raksasa dari Jogja karya Monty Tiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung dalam film Raksasa dari Jogja berdasarkan landasan teori yang ada. Analisis data menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang ditarik berdasarkan teori dari adegan dan shot yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Terdapat lima kajian representasi KDRT  yang tergambarkan dalam film Raksasa dari Jogja yaitu; a) Penyebab terjadinya KDRT dalam film, yaitu adanya pengaruh dari budaya patriarki sehingga menempatkan ayah Bianca sebagai kepala keluarga yang berkuasa. b) Penyebab KDRT terus terjadi yaitu ketergantungan secara ekonomi ibu Bianca pada ayah Bianca sehingga membuat sang ibu memaklumi tindak kekerasan yang dilakukan oleh suaminya. c) Bentuk-bentuk KDRT yang terjadi yaitu kekerasan fisik dan psikis yang dialami oleh Bianca dan ibunya oleh sang ayah. d) KDRT berdampak langsung berupa luka fisik yang dialami oleh ibu Bianca hingga dirawat di rumah sakit, sedangkan dalam jangka panjang mengalami gangguan psikis berupa ketakutan yang berlebihan kepada ayah Bianca dan terjadinya perceraian diantara mereka. KDRT berdampak pula pada anak yaitu Bianca, pada kondisi psikologis yaitu traumatik. e) Penyelesaian kasus KDRT secara hukum dilakukan melalui langkah perceraian antara ibu dan ayah Bianca, selain itu sang ayah juga mendapatkan hukuman pidana. 2) Pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual kepada penonton dalam film Raksasa dari Jogja yaitu a) Film Raksasa dari Jogja merepresentasikan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Ayah Bianca terhadap Bianca dan Ibunya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada perempuan karena adanya pengaruh budaya patriarki yang masih kuat. b) Film ini lebih menonjolkan dampak-dampak dari KDRT, dibuktikan dari adanya 13 adegan yang merepresentasikan dampak KDRT. c) Kebiasaan ayah Bianca menyelesaikan masalah dengan kekerasan akan terus terjadi apabila Ibu Bianca menerima dan pasrah begitu saja. d) Segala bentuk kekerasan tidak dapat dianggap lumrah sehingga harus dihindari dengan meninggalkan pelaku kekerasan dan melaporkannya pada pihak berwajib karena termasuk dalam tindak pidana.

 

Kata kunci: representasi kekerasan, KDRT, Raksasa dari Jogja, semiotika Roland Barthes


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v2i5.16367

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Yunita Noor Wijayantie, Suranto Aw

 

Creative Commons License

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.

View My Stats