UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI INFUSA Caesalpinia sappan L. DAN PERASAN Curcuma mangga PADA TIKUS JANTAN TERINDUKSI ALOKSAN
Nurfina Aznam, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
Abstract
Tujuan penelitian ini mengetahui fitokimia infusa secang dan perasan kunyit putih, pengaruh kombinasi dosis infusa secang dan perasan kunyit putih, dan efektivitas kombinasi infusa secang dan perasan kunyit putih. 12 ekor tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok: kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, infusa secang, infusa secang:perasan kunyit putih, dan perasan kunyit putih. Pengambilan darah dilakukan sebanyak 6 kali, yaitu sebelum dan 30 menit setelah induksi aloksan, dan 30; 60; 90; dan 120 menit setelah diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa secang mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan tanin, sedangkan perasan kunyit putih mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan terpenoid. Persen proteksi kadar gula darah pada kombinasi infusa secang-perasan kunyit putih secara berturut-turut 1; 23; 33; dan 28%, sedangkan pada perasan kunyit putih secara berturut-turut 8; 19; 19; dan 26%. Efektivitas kombinasi infusa secang dan perasan kunyit putih lebih efektif dibanding dengan kontrol positif (glibenklamid). Persen efektivitas pada kelompok kombinasi infusa secang-kunyit putih secara berturut-turut 19; 169;117; dan 135%, sedangkan pada kelompok perasan kunyit putih secara berturut-turut 120; 141; 68; dan 124%.
References
Artanti, P., Masdar, H., & Rosdiana, D. (2015). Angka Kejadian Diabetes Melitus Tidak Terdiagnosis pada Masyarakat Kota Pekanbaru. In Jom FK (Vol. 2, Issue 2).
Ighodaro, O. M., Adeosun, A. M., & Akinloye, O. A. (2017). Alloxan-Induced Diabetes, a Common Model for Evaluating the Glycemic-control Potential of Therapeutic Compounds and Plants Extracts in Experimental Studies. Medicina (Lithuania), 53(6), 365–374. https://doi.org/10.1016/j.medici.2018.02.001
Milita, F., Handayani, S., Setiaji, B., Studi Magister Kesehatan Masyarakat, P., & Muhammadiyah HAMKA Jl Warung Jati Barat, U. (2018). Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II pada Lanjut Usia di Indonesia (Analisis Riskesdas 2018). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKK
Sarjono, A. K., & Tukiran. (2021). Review: Potensi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Antidiabetes Mellitus. UNESA Journal of Chemistry, 10(3), 307–317.
Stumvoll, M., Goldstein, B. J., & Van Haeften, T. W. (2005). Type 2 diabetes: principles of pathogenesis and therapy. The Lancet, 365, 1333–1346. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/s0140-6736(05)61032-x
Susilawati, N. L. P. A., Cahyaningrum, P. L., & Wiryanatha, I. B. (2021). Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Mengatasi Penyakit Diabetes Melitus di Kota Denpasar. E-Jurnal Widya Kesehatan, 3(2), 1–7.
Wardhani, F. M., Ong, G. F., Virgoh, L., Lubis, A., & Nasution, M. H. (2022). Uji Toksisitas Akut Ekstrak Kunyit Putih Terhadap Kadar Gula Darah dan Kolesterol. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 9(3), 345–350. https://doi.org/10.32539/jkk.v9i3.19028
Refbacks
- There are currently no refbacks.



