CATFISHING DALAM PENIPUAN ASMARA ONLINE di FILM SWEET BOBBY: MY CATFISHING NIGHTMARE

Sherlyna Widyaningrum, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia
Prahastiwi Utari, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia
Eka Nada Shofa Alkhajar, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia

Abstract


Penelitian ini menganalisis praktik catfishing yang terjadi dalam film Sweet Bobby: My Catfishing Nightmare dengan menggunakan pendekatan Identity Deception Theory (IDT) untuk menjelaskan komunikasi yang digunakan pelaku dalam mempertahankan identitas palsu di media sosial, dan juga pendekatan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini mengambil sembilan potongan scene yang dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana tanda-tanda digital digunakan pelaku untuk membentuk identitas palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan catfishing terletak pada cara pelaku membangun narasi digital yang meyakinkan, sehingga membuat korban percaya terhadap realitas palsu yang direkayasa. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan korban untuk terkena penipuan bukan disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan, tetapi oleh kekuatan tanda dan narasi digital yang mampu mengaburkan batas antara yang asli dan yang palsu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai konstruksi identitas digital, kerentanan penipuan dalam hubungan daring, strategi penipuan identitas menurut IDT dan semiotika, serta pentingnya literasi digital untuk mencegah pemalsuan identitas digital.


Keywords


Catfishing; Film; IDT; Semiotika

Full Text:

PDF

References


Afriluyanto, T. R. (2018). Fenomena remaja menggunakan media sosial dalam membentuk identitas. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 11(2), 184-197. https://doi.org/10.24090/komunika.v11i2.1365

DataReportal. (2025). Digital 2026 Indonesia. WeAreSocialhttps://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia?utm_source=chatgpt.com

Dewi, N. S. P. S. D., & Irwansyah, I. (2021). Regulasi terhadap penipuan identitas: Studi fenomena “catfish” pada social networking sites (SNS). Jurnal Studi Komunikasi, 5(1). https://doi.org/10.25139/jsk.v5i1.2612

Diab, J. (2025). Hook, line, blackmail: The dark art of catfishing. https://www.digitalforensics.com/blog/extortion/catfish/

Fatimah, S. S. (2019). Semiotika dalam kajian iklan layanan masyarakat (ILM). Tallasa Media.

Harahap, P. V., & Adiprabowo, V. D. (2025). Mitos Dan Patriarki Dalam Tradisi Adat Batak Di Film Catatan Harian Menantu Sinting: Telaah Semiotika Roland Barthes. Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3), 74–87. https://doi.org/10.21831/lektur.v8i3.24535

Hildebrandt, L. (2015). Media and self representative perceptions: Deception in online dating (Honors College Theses, Pace University). https://digitalcommons.pace.edu/honorscollege_theses/149

Kartini, S., Lestari, M., & Pratama, A. (2024). Media sosial dan relasi sosial di era digital. Jurnal Komunikasi Modern, 12(2), 88-99

Khoirunnisa, M. A., Ulfa, N. S., & Rakhmas, W. N. (2024). Representasi kasus pembunuhan Jessica Kumala Wongso pada film Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso. Interaksi Online, 12(4), 412–423.

Kurniasih, N (2013). Penggunaan media sosial bagi humas di lembaga pemerintahan. Forum Kehumasan Kota Tangerang. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.15820.41609

Mayfield, A. (2008). What is social media?. iCrossing. https://crmxchange.com/uploadedFiles/White_Papers/PDF/What_is_Social_Media_iCrossing_ebook.pdf

Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya

Nathaniela, R. A., & Widiarti, P. W. (2022). Representasi Pola Komunikasi Keluarga Dalam Film “Dua Garis Biru” (Analisis Semiotika Roland Barthes). Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2). https://doi.org/10.21831/lektur.v4i2.18518

Nurdin, A. (2020). Teori komunikasi interpersonal. Dalam A. Nurdin, Teori komunikasi interperosonal disertai contoh fenomena praktis. Kencana.

Nurdin, R. S. (2021). False identity dalam media online dating (fenomenologi pada pelaku catfishing media online dating tinder). Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(3), 1011-1022. 10.34007/jehss.v3i3.493

Setyawan, A., Nuraini, L., & Mahendra, Y. (2024). Peran media sosial dalam pola komunikasi interpersonal remaja. Jurnal Sosioteknologi, 13(3), 105–117.

Vianty, M & Umarella, F. H. (2024). Manipulasi identitas diri di media sosial (analisis isi kualitatif pada film The Tinder Swindler). Jurnal Visi Komunikasi, 23 (1), 55-65

Vindriana, N. D., Mustamar, S., & Mariati, S. (2018). Politik kebudayaan dalam novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 19(2): 10. https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i2.10463

Widada, C. K. (2018). Mengambil manfaat media sosial dalam pengembangan layanan. Journal of Documentation and Information Science, 2(1), 23-30 https://doi.org/10.33505/jodis.v2i1.130

Wiryawan, Y. G., & Rizqiyah, A. H. (2025). Representasi Transpuan dalam Video Musik (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Video Musik “Manusia”). Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(3), 31–45. https://doi.org/10.21831/lektur.v8i3.25279




DOI: https://doi.org/10.21831/lektur.v9i1.27033

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Sherlyna Widyaningrum, Prahastiwi Utari, Eka Nada Shofa Alkhajar

 

Creative Commons License

Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi is published by Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281 and licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.

View My Stats