RESILIENSI ANAK DAN ISTRI KORBAN PERSELINGKUHAN SUAMI

Laila Latifah Istiqomah,

Abstract


Abstrak

Artikel ini berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi anak dan istri korban perselingkuhan suami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian adalah Sj dan Uk seorang istri dan anak korban perselingkuhan. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan langkah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi dari Reivich & Shate (2002) yang mencakup aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, dan menemukan jalan keluar dari permasalahan. Hasil penelitian yang didapat usia tidak menjadi penentu seseorang untuk lebih resilien. Hal ini tampak pada Uk yang lebih muda dari Sj, tetapi Uk lebih unggul dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls. Tampak pada kedua subjek bahwa resiliensi tidak dipengaruhi oleh usia seseorang tetapi resiliensi dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, dukungan sosial, spriritualitas dan emosi positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah terhadap pengembangan keilmuan psikologi pendidikan dan bimbingan bidang pribadi khususnya tentang resiliensi pada istri dan anak korban perselingkuhan suami.

 

Kata kunci: resiliensi, Anak, Istri, Perselingkuhan.

 

Abstract

This article is based on research that aims to describe the resilience of children and wives of victims of husband infidelity. This research uses a qualitative approach to the type of case study. The research subjects were Sj and Uk, a wife and child victim of an affair. Data were collected using interview and observation techniques. The validity of the data used triangulation of sources and methods. Data analysis techniques using data condensation steps, data presentation and drawing conclusions. This study uses the resilience theory from Reivich & Shate (2002) which includes aspects of emotional regulation, impulse control, optimism, problem cause analysis, empathy, self-efficacy, and finding solutions to problems. The research results obtained that age does not determine a person to be more resilient. This is evident in Uk who is younger than Sj, but Uk is superior in the aspects of emotional regulation and impulse control. It appears in both subjects that resilience is not influenced by a person's age but resilience is influenced by cognitive abilities, social support, spirituality and positive emotions. The results of this study are expected to provide a scientific contribution to the scientific development of educational psychology and personal guidance, especially regarding the resilience of wives and children of victims of husband's infidelity.

 

Keywords: resilience, children, wife, infidelity

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.