PUZZLE MOTIF BATIK KLASIK YOGYAKARTA
Abstract
Penulisan Tugas Akhir Karya Seni ini bertujuan untuk menyusun penciptaan puzzle motif batik
klasik Yogyakarta pada media kayu sebagai media pengenalan motif batik dikalangan masyarakat secara
umum. Penulisan Tugas Akhir Karya Seni ini berpedoman pada metode dari SP Gustami, yaitu eksplorasi,
perancangan, dan perwujudan. Dalam menciptakan sebuah karya seni tentunya melalui langkah-langkah
untuk terbentuknya suatu karya yang akan dibuat. Kematangan konsep yang dirancang sangat menentukan
keberhasilan perwujudan suatu karya yang akan dibuat. Dalam membuat karya perlunya metode sangat
dibutuhkan. Ide dasar pembuatan karya puzzle ini diambil dari motif-motif batik klasik Yogyakarta.
Semua motif batik yang dibuat dalam puzzle memiliki makna simbolis masing-masing. Dalam proses
pembuatan puzzle motif batik klasik Yogyakarta ini menggunakan teknik sekrol, ukir, batik tulis serta
pewarnaan menggunakan napthol. Karya puzzle motif batik klasik Yogyakarta ini berjumlah dua belas
karya. Karya puzzle yang pertama berjudul puzzle motif Kawung Brendi. Karya yang kedua adalah puzzle
motif batik yang berjudul Sido Mulyo. Karya yang ketiga adala puzzle motif Lerek Parang Centung. Karya
keempat berjudul puzzle motif Parang Abimanyu. Karya yang kelima berjudul puzzle motif Pilih Asih.
Karya keenam berjudul puzzle motif Nagasari. Karya ketujuh berjudul puzzle motif Ganggong Rante.
Karya kedelapan berjudul puzzle motif Ganggong Kebar. Karya yang kesembilan berjudul puzzle motif
Sirapan. Karya kesepuluh berjudul puzzle motif Ceplok Kembang Tebu. Karya kesebelas berjudul puzzle
motif Kawung Picis. Karya yang keduabelas adalah puzzle motif Grompol.
klasik Yogyakarta pada media kayu sebagai media pengenalan motif batik dikalangan masyarakat secara
umum. Penulisan Tugas Akhir Karya Seni ini berpedoman pada metode dari SP Gustami, yaitu eksplorasi,
perancangan, dan perwujudan. Dalam menciptakan sebuah karya seni tentunya melalui langkah-langkah
untuk terbentuknya suatu karya yang akan dibuat. Kematangan konsep yang dirancang sangat menentukan
keberhasilan perwujudan suatu karya yang akan dibuat. Dalam membuat karya perlunya metode sangat
dibutuhkan. Ide dasar pembuatan karya puzzle ini diambil dari motif-motif batik klasik Yogyakarta.
Semua motif batik yang dibuat dalam puzzle memiliki makna simbolis masing-masing. Dalam proses
pembuatan puzzle motif batik klasik Yogyakarta ini menggunakan teknik sekrol, ukir, batik tulis serta
pewarnaan menggunakan napthol. Karya puzzle motif batik klasik Yogyakarta ini berjumlah dua belas
karya. Karya puzzle yang pertama berjudul puzzle motif Kawung Brendi. Karya yang kedua adalah puzzle
motif batik yang berjudul Sido Mulyo. Karya yang ketiga adala puzzle motif Lerek Parang Centung. Karya
keempat berjudul puzzle motif Parang Abimanyu. Karya yang kelima berjudul puzzle motif Pilih Asih.
Karya keenam berjudul puzzle motif Nagasari. Karya ketujuh berjudul puzzle motif Ganggong Rante.
Karya kedelapan berjudul puzzle motif Ganggong Kebar. Karya yang kesembilan berjudul puzzle motif
Sirapan. Karya kesepuluh berjudul puzzle motif Ceplok Kembang Tebu. Karya kesebelas berjudul puzzle
motif Kawung Picis. Karya yang keduabelas adalah puzzle motif Grompol.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.