Implementasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA) Untuk Mencegah Cyberbullying di SMP Negeri 1 Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program sekolah ramah anak di SMPN 1 Yogyakarta dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dianalisis menggunakan model analisis Miles, Huberman dan Saldana dan menggunakan teori implementasi Merilee S. Grindle. Subjek penelitian yaitu Waka Kesiswaan, Guru BK, dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program SRA untuk mencegah cyberbullying di SMPN 1 Yogyakarta mencakup dua aspek, yaitu content of policy dan context of policy yang diwujudkan melalui budaya sekolah yang kondusif, program SRA yang relevan dengan pencegahan cyberbullying, dan adanya sosialisasi edukasi berkelanjutan; 2) Faktor pendukung meliputi adanya kerja sama antar pihak sekolah, budaya sekolah yang mendukung SRA, dan sarana prasarana yang mendukung lingkungan SRA. Faktor penghambat mencakup kompleksitas koordinasi antar banyak pihak, karakteristik siswa yang beragam, komitmen pelaksana, dan adanya kelompok pertemanan di kalangan siswa.
Kata kunci: Cyberbullying, Implementasi, Sekolah Ramah Anak
Full Text:
PDFReferences
Efianingrum, A., Hanum, F., Cathrin, S., & Hardianto, D. (2025). The urgency of anti-bullying digital literacy in habituating the character of junior high school students in Yogyakarta .
pdf.
Esquivel, F. A. (2023). Emotional impact of bullying and cyber bullying: perceptions and ef- fects on students
Impacto emocional do bullying e do cyberbullying : percepções e efeitos nos alunos. 367–383. https://doi.org/10.55905/rcssv12n1-
Fauza, I. Z., Alreza, H., Maesiyah, M., & Yumna, F. T. (2026). Impact of Digital Technological Advances on Human Life: A Review of Educational, Social, Economic , and Security Aspects. 1(2).
Hajaroh, M., & Rukiyati, R. (2017). Analisis Kebijakan Sekolah Ramah Anak di Kawasan Pesisir Wisata. December.
Herawati, N. (2024). Cyberbullying. 1–23.
Insani, B., Asradi, & Yaksa, R. A. (2022). Faktor Penyebab Perilaku
Cyberbullying pada Peserta Didik. JAMBURA Guidance and Counseling
Journal, 3(1), 26–33. https://doi.org/10.37411/jgcj.v3i1.1254
Jia, H., & Zhigang, W. (2026). Traditional vs . cyber bullying structures in middle-schoolers. c, 23–28.
Julianti, S. (2023). Cancel Culture: Cyberbullying on Twitter Seen From the Space Transition Theory. Jurnal Sosial Humaniora, 14(2), 162–176. https://twitter.com/Memles.
Jurnal Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, Vol. 15(3), Edisi September 2026: 43–55 55
Moore, G. (2026). Annual Research Review : Improving school climate
to improve child and adolescent mental health and reduce
inequalities. 4, 566–587. https://doi.org/10.1111/jcpp.70061
Shabur, A., Amadi, M., Hasan, S., & Rifanto, N. A. (2023). Upaya
Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan untuk Seluruh Masyarakat di Indonesia : Sebuah Fakta yang
Signifikan. 18(1), 161–171. https://doi.org/10.29408/edc.v18i1.147
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D.
Survei Penetrasi Internet Dan Perilaku Penggunaan Internet 2025. (2025).
DOI: https://doi.org/10.21831/sakp.v15i3.29554
Refbacks
- There are currently no refbacks.

