Jurnal UNY - Detail artikel

E-Societas

Volume 2, Number 3, Tahun 2013

PERAN KESETARAAN GENDER DALAM ORGANISASI ISLAM: STUDI PADA PIMPINAN DAERAH AISYIYAH KOTA YOGYAKARTA

Penulis 1 : WAHYU YOGI APRIANTO (09413244042)
Penulis 2 : Prof. Dr. Farida Hanum
Abstrak

Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom khusus Muhammadiyah yang diberikan hak
secara utuh untuk mengurusi rumah tangga organisasinya. Aisyiyah dan Muhammadiyah telah
membangun relasi gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kesetaraan
gender Aisyiyah Kota Yogyakarta dalam organisasi Muhammadiyah, faktor pendukung dan penghambat
peran kesetaraan gender Aisyiyah dalam organisasi Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara yang didukung oleh data hasil
dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah anggota dan pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota
Yogyakarta. Tekning sampling yang digunaan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Validitas
data mnggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunkan adalah secara interaktif
melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau
verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kesetaraan gender Aisyiyah Kota Yogyakarta
dalam organisasi Muhammadiyah yaitu sebagai mitra dalam setiap kegiatan dan pada rapat pleno
pengambilan keputusan. Kesetaraan gender dalam pandangan Aisyiyah Kota Yogyakarta adalah
bagaimana memberikan porsi yang sama antara laki-laki dengan perempuan dalam kepengurusan di
Muhammadiyah. Program-program yang berkesetaraan gender yaitu pemberian pendidikan HAM,
pendidikan kesetaraan gender, pendidikan politik kepada para anggota serta kader Aisyiyah untuk
memberikan pemahaman agar mereka terakomodir dalam kepengurusan Muhammadiyah. Peran
kesetaraan gender Aisyiyah Kota Yogyakarta dapat dilihat dengan adanya kader Aisyiyah yang duduk
sebagai staf pada Majelis di Muhammadiyah dan rapat pleno pengambilan keputusan. Faktor
pendukung peran kesetaraan gender yaitu kemampuan manjerial organisasi yang baik dan wawasan
yang luas. Faktor penghambat peran kesetaraan gender yaitu kurang percaya diri akan kemampuan
yang dimiliki, serta adanya rasa penghormatan berlebihan terhadap kepemimpinan laki-laki. Solusi yang
dilakukan adalah dengan memberikan peluang kepada Aisyiyah untuk memaksimalkan perannya di
Muhammadiyah.

Kata Kunci
Kesetaraan Gender, Relasi Gender Aisyiyah dan Muhammadiyah, Peran Gender Aisyiyah.

Abstract

Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom khusus Muhammadiyah yang diberikan hak
secara utuh untuk mengurusi rumah tangga organisasinya. Aisyiyah dan Muhammadiyah telah
membangun relasi gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kesetaraan
gender Aisyiyah Kota Yogyakarta dalam organisasi Muhammadiyah, faktor pendukung dan penghambat
peran kesetaraan gender Aisyiyah dalam organisasi Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara yang didukung oleh data hasil
dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah anggota dan pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota
Yogyakarta. Tekning sampling yang digunaan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Validitas
data mnggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunkan adalah secara interaktif
melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau
verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kesetaraan gender Aisyiyah Kota Yogyakarta
dalam organisasi Muhammadiyah yaitu sebagai mitra dalam setiap kegiatan dan pada rapat pleno
pengambilan keputusan. Kesetaraan gender dalam pandangan Aisyiyah Kota Yogyakarta adalah
bagaimana memberikan porsi yang sama antara laki-laki dengan perempuan dalam kepengurusan di
Muhammadiyah. Program-program yang berkesetaraan gender yaitu pemberian pendidikan HAM,
pendidikan kesetaraan gender, pendidikan politik kepada para anggota serta kader Aisyiyah untuk
memberikan pemahaman agar mereka terakomodir dalam kepengurusan Muhammadiyah. Peran
kesetaraan gender Aisyiyah Kota Yogyakarta dapat dilihat dengan adanya kader Aisyiyah yang duduk
sebagai staf pada Majelis di Muhammadiyah dan rapat pleno pengambilan keputusan. Faktor
pendukung peran kesetaraan gender yaitu kemampuan manjerial organisasi yang baik dan wawasan
yang luas. Faktor penghambat peran kesetaraan gender yaitu kurang percaya diri akan kemampuan
yang dimiliki, serta adanya rasa penghormatan berlebihan terhadap kepemimpinan laki-laki. Solusi yang
dilakukan adalah dengan memberikan peluang kepada Aisyiyah untuk memaksimalkan perannya di
Muhammadiyah.

Keyword
Kesetaraan Gender, Relasi Gender Aisyiyah dan Muhammadiyah, Peran Gender Aisyiyah.
Untuk Download silahkan terlebih dahulu

Shared

Calendar
December 2017
ASSRKJS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31

Form Login
User
Password
Security Code
Security Code


Pencarian


Jurnal berlangganan

search.epnet.com http://infotrac.galegroup.com/itweb/ptn066 http://search.proquest.com/



Berita UNY


Twitter @JournalMhsUNY
terjadai kesalahan pada twitter coba beberapa saat lagi Follow Me (@JournalMhsUNY)