Jurnal UNY - Detail artikel

E-Societas

Volume 2, Number 3, Tahun 2013

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN KOPERASI KREDIT YANG BERMASALAH (Studi pada Koperasi Kredit “Sedya Waluya”, Dusun Klangon, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta)

Penulis 1 : ARDIN SAIFUDIN (06413241034)
Penulis 2 : V. Indah Sri Pinasti, M.Si
Abstrak

Salah satu pengembangan koperasi yang cukup menonjol pada masa ini adalah pembentukan Koperasi Kredit di pedesaan. Namun perkembangan baik tersebut tidak terjadi pada Koperasi “Sedya Waluya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap perkembangan keberadaan Koperasi Kredit yang bermasalah, serta untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi penyebab terhambatnya perkembangan Koperasi “Sedya Waluya”.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu menginterpretasikan sebagaimana adanya persepsi masyarakat terhadap Koperasi “Sedya Waluya”. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Informan penelitian ini adalah masyarakat Desa Argosari. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif model interaktif sebagaimana diajukan oleh Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap perkembangan Koperasi Kredit “Sedya Waluya” beraneka ragam. Tanggapan positif berupa dukungan untuk koperasi, dan tanggapan negatif berupa keluhan terhadap Koperasi Kredit “Sedya Waluya”. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kurang maksimalnya perkembangan Koperasi Kredit “Sedya Waluya” adalah kurangnya pendidikan anggota, keengganan untuk Go Public, dan minimnya aktualisasi social capital (modal sosial). Tidak diselenggarakannya pendidikan anggota ini sudah berlangsung sejak lama, yakni dari tahun 1983 sampai sekarang. Keengganan untuk Go Public menyebabkan Koperasi Kredit “Sedya Waluya” sulit dikenal di kalangan masyarakat di luar Dusun Klangon, sehingga jaringannya sulit bertambah. Minimnya aktualisasi social capital (modal sosial) ini dapat dilihat dari kurangnya kerjasama antara pengurus dan anggota.

Kata Kunci
Koperasi, Persepsi, Tanggapan.

Abstract

One of the cooperative development which is quite prominent in this period was the establishment of rural credit cooperatives. But the development does not occur in either cooperative ”Sedya Waluya”. This study aims to find out how the public perception of the development of the troubled existence of credit cooperatives, and to describe the factors that cause delays in the development of Cooperatives ”Sedya Waluya”.
This study used qualitative methods, which interprets as a public perception of Cooperatives ”Sedya Waluya”. Selection of informants in this study conducted by purposive sampling. Informants research is Argosari villagers. The type of data in this study are primary and secondary data. Data collection techniques with observational research, interviews, and documentation. Technique validity of data is done by triangulation. Techniques of data analysis in this study used qualitative analysis interactive model as proposed by Miles and Huberman, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion.
The results of this study indicate people’s perception of the development of Credit Unions ”Sedya Waluya” diverse. Positive feedback in the form of support for cooperatives, and negative responses in the form of a complaint against Credit Unions ”Sedya Waluya”. While the factors that cause a lack of maximum development of Credit Unions ”Sedya Waluya” is the lack of education members, reluctance to go public, and the lack of actualization of social capital (social capital). No member of the convening of education has been going on for a long time, ie from 1983 to the present. The reluctance to go public cause Cooperative Credit ”Sedya Waluya” hard to recognize in the community outside the hamlet Klangon, making it difficult to grow their network. The lack of actualization of social capital (social capital) can be seen from the lack of cooperation between officers and members.

Keyword
Cooperative, Perception, Feedback.
Untuk Download silahkan terlebih dahulu

Shared

Calendar
December 2017
ASSRKJS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31

Form Login
User
Password
Security Code
Security Code


Pencarian


Jurnal berlangganan

search.epnet.com http://infotrac.galegroup.com/itweb/ptn066 http://search.proquest.com/



Berita UNY


Twitter @JournalMhsUNY
terjadai kesalahan pada twitter coba beberapa saat lagi Follow Me (@JournalMhsUNY)